/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

PLN Nusantara Power UP Kendari Serahkan CSR Bantu Ibu-ibu PKK Wua-wua Kembangkan Budidaya Jamur Tiram

52
×

PLN Nusantara Power UP Kendari Serahkan CSR Bantu Ibu-ibu PKK Wua-wua Kembangkan Budidaya Jamur Tiram

Sebarkan artikel ini
Suasana penyerahan bantuan TJSL PLN Nusantara Power Kendari dan peresmian Rumah Budidaya Jamur Tiram Ibu-ibu PKK Kelurahan Wua-wua. (Foto: Hasrul/KR)
Suasana penyerahan bantuan TJSL PLN Nusantara Power Kendari dan peresmian Rumah Budidaya Jamur Tiram Ibu-ibu PKK Kelurahan Wua-wua. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Kendari menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa fasilitas Rumah Jamur kepada kelompok ibu-ibu PKK di Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Jumat (23/10/2026).

Bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal pengembangan usaha budidaya jamur tiram yang mampu meningkatkan keterampilan sekaligus menambah pendapatan keluarga.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Manajer PLN Nusantara Power UP Kendari, Hubertus Tri Adi Nugroho, kepada Lurah Wua-wua, Bastian Tayeb, yang mewakili pihak kecamatan.

Hubertus mengatakan, program TJSL merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Harapannya, program-program ini bisa berkelanjutan. Kalau hanya satu kali, tentu kurang memenuhi kriteria program tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budidaya jamur tiram dipilih karena dinilai berpotensi dikembangkan sebagai usaha produktif masyarakat. Melalui program tersebut, PLN Nusantara Power UP Kendari ingin memperkenalkan budidaya jamur kepada warga, khususnya kelompok perempuan di Kota Kendari.

Baca Juga :  PT TBS Bantah Terima Sanksi KLH, Kuasa Pendamping Soroti Pemberitaan Sepihak
Peresmian Rumah Jamur Tiram kelompok Ibu-ibu di Kelurahan Wua-wua. (Foto: Hasrul/KR)
Peresmian Rumah Jamur Tiram kelompok Ibu-ibu di Kelurahan Wua-wua. (Foto: Hasrul/KR)

Menurutnya, sebelum bantuan diberikan, pihak perusahaan telah melakukan survei untuk melihat peluang pengembangan budidaya tersebut.

PLN Nusantara Power UP Kendari juga membuka peluang untuk memantau perkembangan program, melakukan perbaikan apabila fasilitas mengalami kerusakan, serta mempertimbangkan pengembangan usaha jika menunjukkan hasil positif.

“Jika ada potensi untuk dikembangkan lebih besar, bahkan ditularkan ke kelurahan lain, kami akan mencoba merangkul dan menyesuaikan bentuk bantuan yang bisa diberikan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Wua-wua, Bastian Tayeb, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN Nusantara Power UP Kendari atas kepercayaan yang diberikan kepada kelompok ibu-ibu PKK di wilayahny untuk mengelola Rumah Jamur.

Baca Juga :  Hadiri FGD Kejati Sultra, Gubernur Sultra Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pengamanan Aset Daerah

Ia berharap, program tersebut tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami berharap budidaya jamur ini bisa berkembang dan menjadi percontohan bagi kelurahan lain. Mudah-mudahan kegiatan ini juga dapat menambah penghasilan ibu-ibu,” ujar Bastian.

Ia menambahkan, kelompok ibu-ibu PKK telah mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram sebelum memulai pengelolaan Rumah Jamur. Pelatihan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pendamping budidaya jamur, Usman, menjelaskan bahwa pengelolaan Rumah Jamur membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan, terutama suhu, agar jamur dapat tumbuh optimal.

Menurutnya, suhu sekitar 26–28 derajat Celsius sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan jamur tiram.

Baca Juga :  Aktivitas Bongkar Muat di Terminal Khusus PT Citra Khusuma Sultra Diduga Melanggar Ketentuan

Ia menerangkan, siklus budidaya mulai dari pembuatan baglog hingga masa panen dan produksi berlangsung sekitar enam bulan, dengan tahap awal pembuatan baglog membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan dan masa produksi setelahnya sekitar empat bulan.

Dalam program ini, sebanyak 20 ibu-ibu mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan budidaya jamur tiram.

Usman bertugas sebagai instruktur sekaligus pendamping yang mengawasi proses budidaya, pengelolaan fasilitas, hingga manajemen keuangan kelompok. Pendampingan tersebut ditujukan agar usaha dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

Penyerahan bantuan Rumah Jamur tersebut turut disaksikan Kasi Pelayanan Terpadu Kecamatan Wua-wua, Ferdy, ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui program ini, PLN Nusantara Power UP Kendari berharap Rumah Jamur tidak hanya menjadi sarana budidaya, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk memperkuat ekonomi keluarga.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!