/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

BWS Sulawesi IV Kendari Bentuk Satgas Kekeringan, Lima Kabupaten di Sultra Sudah Ditangani

82
×

BWS Sulawesi IV Kendari Bentuk Satgas Kekeringan, Lima Kabupaten di Sultra Sudah Ditangani

Sebarkan artikel ini
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Muhammad Harliansyah, S.T., M.T. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino di Sulawesi Tenggara. Sejak akhir Juli 2026, BWS telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk membantu penanganan kekeringan, terutama di wilayah sentra pertanian yang mengalami kekeringan.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah, S.T., M.T. mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri PUPR dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air setelah BMKG menetapkan fenomena El Nino berada pada kategori sangat kuat.

Baca Juga :  Jasa Raharja Sultra Salurkan Bantuan Sembako untuk Veteran di Hari Pahlawan

“Sejak akhir Juli kami sudah turun melakukan penanganan di daerah-daerah yang terdampak kekeringan, khususnya lahan padi yang siap panen. Kami juga telah membentuk Satgas untuk membantu kabupaten-kabupaten yang membutuhkan penanganan,” ujarnya, kepada awak media usai mengikuti Apel Siaga dan Simulasi Penanganan Bencana Karhutla dan Kekeringan di Halaman Kantor Gubernur, Rabu (26/8/2026).

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mengakui luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan peralatan dan personel masih menjadi kendala utama dalam upaya penanganan di lapangan.

Baca Juga :  Hari Kelima Rikkes Tahap I Bintara 2025, Kapolda Sultra Irjen Pol Dwi Irianto Pantau Langsung Proses Seleksi

“Kekeringan ini cakupannya sangat luas. Kami memiliki keterbatasan peralatan dan personel, sehingga kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak, baik untuk peralatan maupun operasional di lapangan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, BWS Sulawesi IV juga membantu kebutuhan operasional petani. Di Muna Barat, misalnya, petani memiliki pompa air namun terkendala biaya bahan bakar, sehingga BWS memberikan bantuan BBM agar pompa dapat digunakan.

Baca Juga :  Distransnaker Sultra: Perusahaan Wajib Memberi Perlindungan Sosial ke Pekerja Informal

Sementara di wilayah Labulu Bulu, Kabupaten Muna, BWS memasang sekitar 500 meter pipa PVC untuk mengalirkan air dari sumber yang lokasinya cukup jauh menuju area pertanian yang mengalami kekeringan..

“Meski demikian, untuk penanganan kekeringan akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah agar dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian di Sulawesi Tenggara dapat diminimalkan, terutama menjelang musim panen,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!