KOLOMRAKYAT.COM: KONAWE – SMKN Pertanian Pembangunan (PP) 5 Konawe menerima bantuan 33 pasang seragam sekolah gratis dari program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang digagas Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangeruka.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Asisten II Setda Provinsi Sultra yang didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra pada rangkaian pelantikan Pengurus IKA Alumni SPP-SPMA Wawotobi/SMKN PP 5 Konawe di Aula SMKN PP 5 Konawe, Sabtu (20/6/2026).
Kepala SMKN PP 5 Konawe, Ikhwal, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sultra terhadap kebutuhan peserta didik, khususnya yang berasal dari keluarga prasejahtera.
“Alhamdulillah, sekolah kami mendapat bantuan seragam untuk 33 siswa. Ini sangat membantu karena mayoritas siswa kami berasal dari keluarga petani dan sebagian ada yang telah kehilangan orang tua. Bantuan ini tentu meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sekolah,” ujarnya.
Menurut Ikhwal, penerima bantuan dipilih melalui proses verifikasi dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu serta survei lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Selain bantuan seragam, SMKN PP 5 Konawe juga telah menerima berbagai dukungan dari pemerintah provinsi, di antaranya pembangunan pagar sekolah, bantuan Smart TV, laptop, hingga empat unit traktor roda empat yang sangat membantu kegiatan praktik pertanian siswa,” ungkapnya.
Sebagai sekolah berbasis pertanian, lanjut dia, SMKN PP 5 Konawe kini terus mengembangkan konsep pertanian modern atau smart farming. Karena itu, pihak sekolah berharap bisa mendapat tambahan bantuan berupa Drone Pertanian untuk mendukung pemupukan dan penyemprotan tanaman pada lahan praktik yang luas.
“Kalau ada bantuan Drone, itu akan sangat membantu. Kami sudah memiliki program Smart Farming dari Bank Indonesia. Dengan Drone, pengelolaan lahan Jagung atau Padi yang luas bisa lebih efektif dan efisien, sekaligus menjadi sarana praktik teknologi pertanian bagi siswa,” jelasnya.
Di sisi lain, Ikhwal juga berharap Pemerintah Provinsi Sultra dapat memberikan perhatian terhadap kondisi sejumlah bangunan sekolah yang telah berusia hampir 40 tahun dan membutuhkan rehabilitasi.
“Kami sangat berharap adanya program revitalisasi atau rehab gedung. Beberapa bangunan sudah mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Mudah-mudahan usulan yang telah kami sampaikan dapat menjadi prioritas pada tahun 2027,” harapnya.
Ia optimistis dukungan pemerintah dan sinergi alumni akan semakin mendorong kemajuan SMKN PP 5 Konawe sebagai sekolah vokasi pertanian unggulan di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Hasrul Tamrin











