DPR & DPRD

Tiga Hari Keliling Dapil, Ridwan Bae Komitmen Perjuangkan Infrastruktur Jalan di Konsel hingga Butur ke Pusat

31
×

Tiga Hari Keliling Dapil, Ridwan Bae Komitmen Perjuangkan Infrastruktur Jalan di Konsel hingga Butur ke Pusat

Sebarkan artikel ini
Ir. Ridwan Bae. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, melakukan kunjungan daerah pemilihan (dapil) di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara pada tanggal 15 s.d 17 Mei 2026, yaitu di Kota Kendari, Konawe Selatan, Kabupaten Muna, Buton Tengah, hingga Buton Utara. Dalam kunjungan tersebut, ia banyak menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan infrastruktur jalan, jembatan hingga penanganan banjir di Kota Kendari.

Ridwan mengatakan, kunjungan dapil merupakan bagian dari tugas anggota DPR RI sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Melalui agenda tersebut, ia ingin memastikan kebutuhan prioritas masyarakat bisa diperjuangkan di tingkat pusat.

“Yang paling banyak saya temukan adalah kebutuhan infrastruktur jalan yang masih memerlukan perhatian pemerintah pusat, karena kondisi keuangan daerah masih sangat terbatas,” ujar Ridwan Bae, kepada media di Kendari, Minggu (17/5/2026).

Dalam kunjungannya di Kabupaten Konawe Selatan, Ridwan menyoroti kondisi jalan Lalembu yang menghubungkan Konawe Selatan dengan Kolaka Timur. Menurutnya, ruas jalan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif menuju Kendari.

Baca Juga :  Jaelani Salurkan Bantuan Alsintan di Baubau, Didampingi Wali Kota dan Wawali

“Jalan Lalembu ini cukup parah termasuk jembatannya. Padahal ini bisa menjadi jalur alternatif masyarakat dari Kolaka atau Kolaka Timur menuju Kendari,” katanya.

Selain itu, Ridwan juga meninjau jalan di wilayah Sabulakoa, Kecamatan Sabulakoa, yang dinilai masih rawan karena masyarakat harus melintasi jalur pincara untuk beraktivitas. Kondisi tersebut disebut sangat berbahaya bagi keselamatan warga.

Ia meminta pemerintah daerah segera menyiapkan administrasi dasar seperti penyelesaian lahan dan dokumen pendukung lainnya agar usulan pembangunan dapat diperjuangkan di pemerintah pusat.

“Kalau administrasi dasar sudah siap, tentu kami di Komisi V bisa memperjuangkannya di kementerian terkait,” ujar politisi senior Partai Golkar Sultra ini.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Muna. Di wilayah itu, Ridwan meninjau jalan Pantai Kota Raha hingga kawasan SOR yang menjadi pintu masuk Kota Raha. Ia menilai kawasan tersebut membutuhkan perhatian khusus, terutama karena telah ditetapkan sebagai daerah wisata oleh pemerintah daerah.

Sementara di Buton Tengah, Ridwan mengapresiasi pembangunan jalan penghubung menuju rumah sakit yang telah dikerjakan pada 2025 dan dilanjutkan pada 2026. Infrastruktur ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga :  Harga Pangan Naik Jelang Nataru, Fraksi PKB Minta Pemerintah Segera Cari Solusi

Dalam kesempatan itu, Ridwan juga menilai gagasan Bupati Buton Tengah terkait program transmigrasi maritim sangat menarik untuk diperjuangkan di tingkat pusat.

“Konsep transmigrasi maritim dengan pengembangan keramba ikan, lobster dan kepiting ini sangat potensial. Masyarakat bisa ditempatkan di kawasan pesisir dengan basis usaha kelautan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ridwan turut meninjau ruas jalan Wasolangka–Marobo yang rusak sepanjang 20 kilometer, jalan ini dinilai penting karena menjadi akses bagi enam desa yang sedang membangun Koperasi Merah Putih program strategis Presiden Republik Indonesia. Keberadaan koperasi ini nantinya akan sulit berkembang jika tidak didukung dengan akses jalan menuju lokasi tidak memadai.

“Kalau koperasi sudah dibangun tetapi jalan penghubungnya tidak disiapkan, tentu akan menyulitkan pemasaran produk-produk atau komoditas-komoditas yang dihasilkan oleh koperasi Merah Putih,” katanya.

Selain meninjau infrastruktur jalan, Ridwan juga meninjau titik-titik penyebab banjir di Kota Kendari bersama Kepala Balai Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai. Ia menilai salah satu penyebab utama banjir adalah sistem drainase yang tidak terkoneksi dengan baik.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Jaelani Komitmen Perjuangkan Kepentingan Nelayan di Wakatobi

“Saluran air di jalan nasional, provinsi, hingga kota tidak terhubung dengan baik sehingga air mudah meluap dan menyebabkan banjir,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti banyaknya bangunan rumah dan ruko yang dinilai mengambil sebagian badan drainase sehingga mempersempit aliran air.

Ridwan menegaskan, penanganan banjir Kota Kendari membutuhkan kolaborasi seluruh pihak mulai dari pemerintah kota, provinsi hingga pemerintah pusat.

“Persoalan banjir ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Semua pihak harus terlibat agar banjir di Kota Kendari tidak terus berulang,” tegasnya.

Di akhir kunjungannya, Ridwan memastikan akan terus membangun komunikasi dengan para kepala daerah di Sulawesi Tenggara guna memperjuangkan kebutuhan infrastruktur melalui mitra kerja Komisi V DPR RI.

“Saat ini Sulawesi Tenggara memiliki dua anggota Komisi V DPR RI, yakni saya dan Ahmad Safei, sehingga peluang memperjuangkan pembangunan daerah di tingkat pusat semakin besar,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!