KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara simbolis menyerahkan Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Hari Raya (THR), serta gaji ke-13 kepada guru ASN tingkat SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta se-Sulawesi Tenggara dan PPPK.
Penyerahan secara simbolis tersebut dihadiri sekira 1.700 guru baik secara offline maupun online berlangsung di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Rabu (11/3/2026).
Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Dan juga penghargaan kepada dua guru berprestasi dari SMA di Kolaka Utara dan Bombana.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa penyaluran tunjangan dan gaji tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan hak para guru dapat diterima secara tepat waktu dan transparan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada seluruh guru yang hadir, seraya berharap ibadah yang dijalankan dapat membawa keberkahan.
“Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pengawas pendidikan menengah serta guru SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, yang terus menunjukkan dedikasi dalam memajukan pendidikan di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Gubernur mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan tersebut berawal dari adanya sejumlah guru yang datang menemuinya untuk menanyakan kepastian pencairan gaji ke-13 dan tunjangan. Mendengar hal tersebut, ia langsung meminta jajarannya melakukan pengecekan terhadap proses administrasi pencairan dana.
“Setelah saya cek, memang ada gaji ke-13 dan tunjangan untuk para guru. Saya kemudian menanyakan mengapa belum dibayarkan, dan dijelaskan bahwa masih ada proses administrasi yang harus diselesaikan sebelum dana dapat dicairkan,” jelasnya.
Ia pun meminta agar proses tersebut dipercepat sehingga hak para guru dapat segera diterima. Bahkan, Gubernur sempat menargetkan pencairan dilakukan pada 10 Maret, meski tetap harus menunggu proses pemindahan dana dari rekening induk ke rekening masing-masing penerima.
“Alhamdulillah hari ini sudah bisa disalurkan. Saya juga sudah mengecek langsung, ada yang menerima sekitar tiga hingga empat juta rupiah,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Andi Sumangerukka juga memberikan hadiah berupa satu kali gaji pokok plus hadiah kepada sejumlah guru yang sebelumnya datang menyampaikan aspirasi terkait pencairan tunjangan dan gaji tersebut, senilai Rp 5 juta rupiah.
Ia menegaskan bahwa penyerahan secara langsung dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berjalan transparan serta menghindari potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana.
“Kenapa saya serahkan langsung, karena saya ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada hal-hal yang tidak semestinya terjadi,” tegasnya.
Selain itu, penyerahan bantuan seragam sekolah bagi siswa SLB diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat belajar para siswa berkebutuhan khusus di Sulawesi Tenggara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, akan terus berkomitmen memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Editor: Hasrul Tamrin











