/*
Breaking News
*/
Pendidikan

SMAN 2 Kendari Target Perpustakaan Sekolah Naik Akreditasi A Hadirkan Digitalisasi Layanan

15
×

SMAN 2 Kendari Target Perpustakaan Sekolah Naik Akreditasi A Hadirkan Digitalisasi Layanan

Sebarkan artikel ini
(Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – SMAN 2 Kendari terus berbenah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, salah satunya melalui penguatan pengelolaan perpustakaan. Sekolah tersebut menargetkan akreditasi perpustakaan meningkat dari predikat B menjadi A.

Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, mengatakan pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penganggaran, kelengkapan administrasi, sarana dan prasarana hingga pengembangan layanan berbasis digital.

“Alhamdulillah, SMA 2 Kendari saat ini menargetkan akreditasi A. Untuk itu, dalam penganggaran dan pembenahan perpustakaan, kami sudah berusaha memenuhi semua unsur yang dipersyaratkan,” kata Nur Aida, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan kini diarahkan menjadi ruang belajar yang nyaman, modern dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem perpustakaan berbasis digital. Sistem tersebut diterapkan untuk memudahkan proses pelayanan sekaligus meningkatkan minat siswa berkunjung dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

“Kalaupun masih ada hal-hal yang kurang, itu yang akan kami benahi. Salah satu inovasinya adalah perpustakaan berbasis digital,” ujarnya.

Nur Aida mengungkapkan, selama ini pihak sekolah juga memberikan perhatian serius terhadap pembiayaan perpustakaan. Hal itu dilakukan karena perpustakaan menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.

“Dari puluhan tahun saya ada di sini, kami memang jor-joran memberikan penganggaran ke perpustakaan. Karena ada juknis yang mengatur bahwa minimal 10 persen anggaran itu untuk perpustakaan,” jelasnya.

Dari sisi kunjungan, Nur Aida menyebut minat siswa terhadap perpustakaan saat ini cukup tinggi. Bahkan, sejumlah siswa menjadikan perpustakaan sebagai salah satu tempat untuk belajar.

Baca Juga :  Dua Siswa SDN 98 Kendari Harumkan Nama Sultra Pada Ajang Nasional, Berhasil Sabet Juara

Kondisi tersebut didukung fasilitas yang dibuat lebih nyaman, termasuk keberadaan smart board yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

“Kami memang menciptakan suasana sedemikian rupa supaya anak-anak betah berada di perpustakaan. Sekarang minat siswa cukup tinggi, bahkan mereka belajar di sana,” katanya.

Pengelola Perpustakaan SMAN 2 Kendari juga terus melakukan inovasi untuk membuat siswa, khususnya generasi muda, lebih tertarik membaca.

Salah satunya dengan memperbanyak koleksi bacaan yang sesuai dengan karakter dan minat remaja, seperti novel, komik dan buku bacaan ringan lainnya.

“Karena rata-rata anak di sini remaja, kami menarik perhatian mereka dengan buku bacaan seperti novel, komik dan lainnya,” ujar pengelola perpustakaan.

Selain koleksi fisik, perpustakaan juga mulai menyediakan akses buku secara digital. Siswa dapat mengakses koleksi tersebut melalui barcode yang disediakan pihak perpustakaan.
Melalui sistem tersebut, siswa cukup memindai barcode kemudian melakukan pendaftaran untuk mengakses koleksi buku yang tersedia secara daring.

“Kalau tidak salah ada sekitar 71 buku yang tersedia. Di situ ada buku-buku pemerintah dan buku bacaan cerita,” jelasnya.

Digitalisasi juga diterapkan dalam sistem administrasi pengunjung. Jika sebelumnya siswa harus menulis secara manual saat datang ke perpustakaan, kini pencatatan dilakukan menggunakan barcode.

Siswa cukup memasukkan nama dan kelas untuk tercatat sebagai pengunjung.
Tidak hanya itu, sistem digital juga telah dilengkapi fitur sirkulasi untuk mencatat peminjaman dan pengembalian buku, bibliografi untuk melihat daftar koleksi, serta inventaris untuk mengetahui asal-usul buku yang dimiliki perpustakaan.

Baca Juga :  DSSP Power Kendari Goes to School di SD Negeri 2 Tanjung Tiram, Inspirasi Siswa Menggapai Cita-cita

Sementara untuk memudahkan pencarian koleksi, perpustakaan menggunakan sistem OPAC (Online Public Access Catalog).
Dengan sistem tersebut, siswa tidak perlu mencari buku satu per satu di rak. Mereka dapat mengetahui ketersediaan sekaligus lokasi buku melalui aplikasi.

“Misalnya ada murid yang bertanya, ‘Bu, buku matematika ada di mana?’ Kami bisa mencarinya di OPAC. Dari situ bisa diketahui buku matematika tersebut ada di rak berapa,” terangnya.

* Smart Board hingga Taman Baca Outdoor

Pemanfaatan perpustakaan di SMAN 2 Kendari juga tidak terbatas pada aktivitas membaca.
Fasilitas smart board dimanfaatkan guru untuk mendukung proses pembelajaran. Salah satu contohnya dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui kegiatan menonton film yang kemudian dilanjutkan dengan membuat ulasan dan mempresentasikan kembali isi film tersebut.

Sementara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa diarahkan mencari referensi dari koleksi perpustakaan, membaca buku, kemudian menuliskan hasil bacaannya.
Pengelola perpustakaan juga memiliki rencana mengembangkan taman baca yang berada di sekitar perpustakaan.

Taman baca tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca di ruang terbuka, tetapi juga dapat digunakan untuk kegiatan kreatif siswa, seperti melukis dan aktivitas seni lainnya.

“Di sebelah perpustakaan ada taman baca. Saya ingin taman baca itu dikembangkan, misalnya untuk kegiatan melukis. Jadi anak-anak yang punya kemampuan melukis bisa menuangkannya di sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Kolaborasi SMAN 2 Kendari dan UD Maju Motor, Mural Lapangan Basket untuk Pacu Prestasi Siswa

Pengembangan tersebut diharapkan menciptakan suasana perpustakaan yang lebih modern, estetik dan menyenangkan bagi siswa.

* Persiapan Akreditasi Capai 90 Persen

Dalam menghadapi proses akreditasi, pengelola perpustakaan mengaku telah mempersiapkan berbagai komponen yang menjadi persyaratan penilaian. Mulai dari administrasi, kelengkapan fasilitas, sistem layanan, koleksi buku hingga program literasi terus dibenahi.

“Kami membuat administrasinya. Untuk persiapan akreditasi sendiri ada komponen-komponen yang harus dipersiapkan. Kalau ada beberapa objek yang belum terpenuhi, kami berusaha memenuhinya,” katanya.

Salah satu program yang juga mulai diperkuat adalah edukasi mengenai plagiarisme. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghindari tindakan plagiat, termasuk sebagai bekal ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Secara keseluruhan, persiapan menuju akreditasi A disebut telah mencapai sekitar 90 persen.

“Persiapannya sudah hampir selesai, sekitar 90 persen. Tinggal menunggu penilaian,” ungkapnya.

Untuk menjaga keberlanjutan koleksi, perpustakaan juga memiliki program yang melibatkan para alumni. Setiap alumni didorong untuk menyumbangkan sedikitnya satu buku sebelum meninggalkan sekolah.

Program tersebut membuat koleksi perpustakaan terus bertambah, sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mendapatkan bahan bacaan yang lebih beragam.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, SMAN 2 Kendari optimistis perpustakaannya tidak hanya mampu memenuhi standar akreditasi, tetapi juga benar-benar menjadi pusat pembelajaran yang diminati siswa.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!