KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Pemda Muna melaunching aplikasi Sistem Informasi Pendapatan Daerah Integratif (SIPANDAI) dalam pengawasan penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diaula kantor Bupati Muna, Senin (30 Maret 2026).
Bupati Muna Bachrun Labuta memimpin rapat ini yang didampingi oleh wakil Bupati Muna La Ode Asrafil Ndoasa, Sekda Muna Eddy Uga dihadiri oleh Kepala-kepala OPD, Camat, Lurah serta Kepala-kepala Desa.
Dalam sambutanya Bupati Muna Bachrun Labuta mengharapkan, dengan adanya peluncuran Aplikasi SIPANDAI dapat memberikan informasi yang akuntabel tentang sejauhmana pendapatan daerah.
“Saya menginstruksikan kepada para camat, lurah dan Kepala Desa untuk lebih proaktif lagi dalam mengawasi pemungutan pendapatan daerah di wilayahnya masing – masing, sehingga pendapatan daerah yang telah direncanakan di wilayahnya dapat tercapai dan tentu saja berkolaborasi dengan Dinas Pendapatan Kabupaten Muna,” tegas Bachrun dalam acara itu.
Sementara,Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Muna, La Inpres terus berupaya bagaimana mengelola pendapatan daerah secara efektif, akuntabel, dan terbuka. Makanya hadir aplikasi SIPANDAI.
“Ini bagian dari evaluasi dari penarikan pengelolaan pendapatan daerah dengan metode tabulasi dan saat ini dengan aplikasi SIPANDAI yang akan mempermudah dalam memantau penarikan pajak yang belum dan sudah membayar,” terangnya.
Menurutnya, dari sistem tabulasi, banyak obyek pajak PBB tidak tercapai sesuai target yang telah disusun.
“Alhamdulillah, tahun ini telah direncanakan penarikan pajak menggunakan aplikasi SIPANDAI yang terintegrasi google map untuk mengetahui obyek PPB yang belum terbayar,” ucapnya.
Dari data yang ada, La Inpres Ada 120 ribu obyek pajak PPB yang obyeknya sudah terpetakan sertifikatnya secara online sehingga target obyek pajak dikonekkan dengan aplikasi, mungkin bisa terpantau dan tercapai targetnya.
“Tahun sebelumnya 77 ribu obyek pajak PBB dengan hasil obyek sekitar Rp 2,7 miliar dan saat ini ditargetkan Rp 10 miliar dengan persil obyek pajak yang besar sudah terpetakan, insyallah bisa tercapai,” tuturnya.
Laporan : LM Nur Alim











