KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – La Ode Darwin resmi dilantik menjadi Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Muna Barat periode 2026-2031 oleh Sekretaris Jenderal DPP HKTI, H. Abdul Kadir Karding, yang mewakili Ketua Umum DPP HKTI, dalam pelantikan pengurus HKTI se-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Sultra, Kamis (10/9/2026).
Pelantikan tersebut turut dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sultra. Dalam forum itu, seluruh DPC HKTI kabupaten/kota se-Sultra sepakat menetapkan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, sebagai Ketua DPD HKTI Sultra.
Usai dikukuhkan, La Ode Darwin menegaskan jabatan tersebut bukan sekadar organisasi, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperjuangkan kepentingan petani Muna Barat.
“Ini menjadi keseriusan kami ke depan. Insyaallah, kami akan sejalan dengan program-program HKTI dalam bagaimana memperhatikan petani yang ada di Kabupaten Muna Barat,” kata La Ode Darwin.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki posisi sangat penting di Muna Barat karena sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut.
“Di Muna Barat itu sekitar 80 sampai 90 persen adalah petani. Jadi, ini insyaallah akan menjadi modal kami juga di pemerintah pusat,” ujarnya.
La Ode Darwin melihat HKTI memiliki jaringan yang cukup kuat hingga tingkat pemerintah pusat. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan petani Muna Barat, khususnya kepada Kementerian Pertanian.
“HKTI ini punya jejaring ataupun hubungan yang cukup baik dengan pemerintah pusat. Insyaallah ini akan menjadi langkah yang lebih baik untuk membantu menyampaikan aspirasi-aspirasi petani yang ada di Kabupaten Muna Barat kepada pemerintah pusat, terutama Kementerian Pertanian,” jelasnya.
Ia optimistis keberadaan HKTI di Muna Barat dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sultra, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Terlebih, kata Darwin, terpilihnya Andi Sumangerukka sebagai Ketua DPD HKTI Sultra membuat jalur koordinasi di tingkat provinsi semakin kuat.
“Jadi nyambung program dari pemerintah pusat, kemudian Pak Gubernur dan pemerintah daerah, bagaimana untuk mensejahterakan petani yang ada di kabupaten kami, terutama di Kabupaten Muna Barat,” katanya.
Darwin mengungkapkan Muna Barat memiliki sejumlah komoditas pertanian potensial yang akan menjadi fokus pengembangan ke depan.
Di antaranya jagung, padi, dan kacang tanah.
Namun, komoditas jagung menjadi salah satu sektor yang tengah didorong secara serius oleh pemerintah daerah. Targetnya, Muna Barat dapat berkembang menjadi salah satu sentra jagung di wilayah Kepulauan Muna.
“Kalau kami di Muna Barat ada jagung, kemudian padi, kacang tanah. Itu yang menjadi fokus perhatian kami ke depan dalam memaksimalkan hasil-hasil pertanian di Kabupaten Muna Barat,” ungkapnya.
Ia mengakui pengembangan pertanian di Muna Barat masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya persoalan kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas lahan pertanian.
Karena itu, Darwin berharap kehadiran HKTI mampu membuka akses dan jejaring yang lebih luas dengan pemerintah pusat sehingga berbagai kendala yang dihadapi petani dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Memang masih banyak kendala, terutama kekeringan dan sebagainya. Insyaallah dengan adanya kami ditunjuk sebagai Ketua HKTI, yang selama ini mungkin kami agak kesulitan mencari jejaring di Kementerian Pertanian, ke depan akan bisa menjadi lebih baik lagi dengan jejaring HKTI,” ujarnya.
Selain jagung, Pemerintah Kabupaten Muna Barat juga terus memperluas areal pertanian melalui program cetak sawah baru.
Darwin menyebut, pada tahun ini dan tahun depan, pemerintah daerah telah mempersiapkan program cetak sawah baru dengan luasan lebih dari 800 hektare.
“Kalau lahan kami cukup luas, terutama untuk sawah-sawah. Tahun ini dan tahun depan sudah diporsikan kurang lebih sekitar 800 hektare lebih untuk cetak sawah baru,” jelasnya.
Menurut Darwin, Kementerian Pertanian juga telah turun langsung melakukan proses persiapan cetak sawah baru di wilayah Muna Barat.
Sementara untuk jagung, pemerintah daerah terus melakukan pengembangan secara maksimal agar komoditas tersebut mampu menjadi unggulan baru sekaligus menopang ketahanan pangan daerah.
“Jagung ini sementara kami progres betul, kami maksimalkan sehingga Muna Barat bisa menjadi sentra jagung ke depan untuk wilayah Kepulauan Muna,” pungkasnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











