KOLOMRAKYAT.COM: BUSEL – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jaelani, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Buton Selatan (Busel) serta peralatan pengolahan hasil perikanan bagi kelompok usaha di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/10/2026).
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat usaha pengolahan hasil perikanan agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Di Buton Selatan, bantuan yang disalurkan meliputi traktor tangan (hand tractor) dan traktor roda empat. Penyerahan bantuan itu turut dihadiri Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, Kepala Dinas Pertanian, Camat, penyuluh pertanian, serta ketua dan anggota kelompok tani penerima bantuan.
Jaelani mengatakan, pemanfaatan teknologi pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk mengoptimalkan potensi pertanian di Buton Selatan. Ketersediaan Alsintan diharapkan dapat mempercepat pengolahan lahan, menekan biaya produksi, dan meningkatkan hasil panen petani.
“Kami di Komisi IV DPR RI terus berkomitmen memastikan bantuan dari Kementerian Pertanian tepat sasaran. Dengan adanya Alsintan ini, kita berharap produktivitas hasil pertanian para petani di Busel bisa meningkat drastis, sehingga mampu menopang ketahanan pangan daerah,” ujar Jaelani saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari perwakilan kelompok tani. Mereka menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan untuk menunjang kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
* Bantu Pengolahan Hasil Perikanan di Baubau
Selain sektor pertanian, Jaelani juga mendorong penguatan usaha pengolahan hasil perikanan di Kota Baubau melalui penyaluran bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Bantuan diberikan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Wolio Snack.
Peralatan yang disalurkan antara lain chest freezer, meja berbahan stainless steel, panci pengukusan, mesin pemotong ikan, timbangan digital, wajan, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.
Menurut Jaelani, penguatan sektor pengolahan hasil perikanan penting dilakukan agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Selama ini nelayan kita sering terkendala saat pasokan melimpah, harga turun dan hasil olahan kurang maksimal. Lewat bantuan alat pengolahan ini, para ibu-ibu dan kelompok pengolah perikanan di Baubau bisa menghasilkan produk turunan berkualitas tinggi, berdaya saing di pasar lokal, bahkan hingga luar daerah,” jelasnya.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan membuka peluang bagi kelompok usaha perikanan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran.
Kegiatan di Baubau turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, ketua dan anggota kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, serta komunitas setempat.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jaelani menegaskan komitmennya untuk mengawal program pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di Sulawesi Tenggara.
Ia juga mengingatkan seluruh penerima agar menjaga dan merawat bantuan serta mengelolanya secara transparan demi kepentingan bersama.
“Bantuan ini adalah amanah. Saya minta tolong dirawat bersama, dikelola secara transparan di dalam kelompok, sehingga dampaknya benar-benar terasa dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga petani dan nelayan kita,” pungkasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











