KOLOMRAKYAT.COM: MAKASSAR – Program Field Staff Training Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi CH 3.3 telah dilaksanakan pada tanggal 7 s.d 9 Januari 2026 bertempat di Swiss-Belhotel Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan penelitian lapangan yang berfokus pada isu perubahan iklim di wilayah Sulawesi.
Penelitian ini dipimpin oleh Ketua Tim Ansariadi, Ph.D dari Universitas Hasanuddin, dengan melibatkan peneliti lintas institusi, yaitu Dr. Setya Haksama, drg., M.Kes dari Universitas Airlangga, Dr. Ariane Utomo dari The University of Melbourne, serta tim peneliti dari Universitas Tadulako.
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat antara akademisi nasional dan internasional dalam memperkuat riset perubahan iklim di Indonesia.
Penelitian PAIR Sulawesi CH 3.3 difokuskan pada dua provinsi, yakni Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Di Sulawesi Tenggara, penelitian akan dilaksanakan di Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kota Kendari. Sementara itu, di Sulawesi Tengah, lokasi penelitian meliputi Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Donggala.
Ansariadi, Ph.D, mengungkapkan penelitian ini secara khusus menitikberatkan pada kajian dampak perubahan iklim terhadap kesehatan dan ketahanan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan daerah yang rentan.
“Selama pelatihan, para Field Staff mendapatkan pembekalan terkait metodologi penelitian, etika pengumpulan data, teknik wawancara lapangan, serta pemahaman konteks sosial dan lingkungan di wilayah penelitian,” ungkapnya, Jumat (9/1/2026).
Dia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan kualitas dan validitas data penelitian.
“Kesiapan tim lapangan sangat menentukan keberhasilan penelitian serta relevansi rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujarnya.
Ansariadi berharap, dengan terlaksananya kegiatan penelitian PAIR Sulawesi CH 3.3 ini dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta perumusan kebijakan berbasis bukti dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan utama dari pelaksanaan penelitian ini bisa terwujud dan berdampak positif,” pungkasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











