KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – PT BPD Sulawesi Tenggara atau ank Sultra terus menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Bank Sultra menyalurkan bantuan senilai Rp635.000.000 yang dialokasikan secara strategis di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka, dan Kabupaten Muna Barat.
Penyaluran CSR ini mencakup empat sektor vital pendukung pembangunan masyarakat, mulai dari kesehatan, literasi pendidikan, lingkungan hidup, hingga keagamaan.
Di Kabupaten Wakatobi, CSR dialokasikan untuk penanganan stunting. Bank Sultra menyerahkan bantuan CSR senilai Rp100.000.000 yang diperuntukkan bagi penyediaan pangan olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) guna mengakselerasi penanganan Stunting bagi balita di Wakatobi.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Bank Sultra Cabang Wakatobi kepada Bupati Wakatobi, H. Haliana, S.E., pada malam penutupan ajang Wakatobi Wave 2026, 4 Oktober 2026 lalu.
Di Kabupaten Muna dana CSR dialokasikan untuk penguatan literasi. Bank Sultra Cabang Raha menyerahkan bantuan CSR sebesar Rp35.000.000 berupa 281 eksemplar buku kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna.
Bantuan koleksi buku tersebut meliputi berbagai bidang ilmu seperti sastra, psikologi, komputer dan informatika, kesehatan/kedokteran, bahasa, agama, hingga sejarah dan geografi untuk memperkaya bahan pustaka daerah. Prosesi serah terima dihadiri langsung oleh Bupati Muna, Drs. Bachrun, M.Si, Senin (2 November 2026).
Di Kabupaten Kolaka, CSR dialokasikan untuk dukungan program “Kolaka Bersih” guna mendukung pengelolaan lingkungan daerah dan kebersihan fasilitas publik. Bank Sultra menyalurkan CSR senilai Rp250.000.000. Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk 1 unit mobil Rangga Pick Up, motor sampah, mesin Alkon, dan mesin pemotong rumput.
Penyerahan dilakukan oleh Kepala Bank Sultra Cabang Kolaka kepada Camat Wundulako serta disaksikan langsung oleh Bupati Kolaka, H. Amri, S.STP., M.Si., pada 3 November 2026.
Sementara itu, di Kabupaten Muna Barat CSR diserahkan untuk peningkatan sarana rumah ibadah. Bank Sultra menyerahkan bantuan CSR senilai Rp250.000.000 untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana 6 unit rumah ibadah (1 gereja dan 5 masjid) di Kabupaten Muna Barat.
Bantuan itu mencakup pekerjaan pembenahan fisik seperti penggantian atap/kubah masjid, tempat wudhu, pemasangan paving blok, hingga rehabilitasi ruang sankristi gereja. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Bank Sultra Cabang Kambara kepada Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, di halaman Kantor Bupati Muna Barat pada 3 November 2026.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyampaikan bahwa penyaluran program CSR ini merupakan komitmen nyata Bank Sultra sebagai bank milik daerah yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, Bank Sultra tidak hanya berfokus pada kinerja finansial dan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dampak positif langsung bagi kualitas hidup masyarakat,” ujarnya, dikutip laman resmi Banksultra, Selasa (3/11/2026).
Andri mengatakan, penyaluran CSR di empat kabupaten ini dirancang responsif sesuai kebutuhan daerah masing-masing mulai dari penyiapan generasi sehat bebas stunting, penguatan literasi digital dan pendidikan, penciptaan lingkungan yang bersih, hingga pemenuhan kenyamanan beribadah bagi seluruh umat beragama.
“Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat berkelanjutan dan memperkuat sinergi Bank Sultra dengan pemerintah daerah setempat,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan rangkaian alokasi CSR senilai Rp635 juta di berbagai daerah ini menegaskan posisi Bank Sultra yang tidak sekadar berperan sebagai institusi keuangan lokal, tetapi juga sebagai pilar pembangunan sosial dan lingkungan di Sulawesi Tenggara.
“Melalui sinergi yang berkesinambungan antara Bank Sultra dan seluruh pemerintah kabupaten/kota, implementasi CSR ini diharapkan mampu mendorong pemerataan kesejahteraan, memperkuat kemandirian daerah, serta mewujudkan Sulawesi Tenggara yang lebih maju, sehat, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











