KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Penjualan Toyota Hilux Rangga di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Bahkan, kendaraan niaga andalan Toyota tersebut berhasil menguasai 68 persen pangsa pasar (market share) di segmen medium pick up Sultra hingga September 2026.
Pencapaian ini sejalan dengan semakin meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap Hilux Rangga yang dinilai mampu menjawab kebutuhan kendaraan operasional berbagai sektor usaha, mulai dari logistik, pertambangan, perkebunan hingga pelayanan pemerintahan.
Kepala Cabang Kalla Toyota Ahmad Yani Kendari, Andi Aswar, mengungkapkan, pertumbuhan penjualan Toyota Hilux Rangga tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Berdasarkan data penjualan Kalla Toyota Ahmad Yani, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 66 unit Hilux Rangga terjual. Sementara pada periode yang sama September 2026, penjualannya telah mencapai 148 unit.
“Kalau dibandingkan periode yang sama, pertumbuhannya sampai 124 persen. Tahun lalu penjualan kita sebanyak 66 unit dalam satu tahun (Januari – September 2025), sedangkan sampai September tahun ini penjualan sudah mencapai 148 unit,” ungkap Andi Aswar, Sabtu (31/10/2026).
Tidak hanya dari sisi penjualan, Hilux Rangga juga mencatatkan dominasi di pasar kendaraan niaga kelas medium. Untuk wilayah Sultra, kendaraan ini menguasai 68 persen pangsa pasar dari total segmen medium pick up yang bersaing dengan kendaraan sekelasnya.
Sementara khusus Kota Kendari, market share Toyota Hilux Rangga mencapai 54 persen.
Menurut Andi Aswar, salah satu faktor yang mendorong peningkatan penjualan adalah semakin terbukanya pasar terhadap desain Hilux Rangga yang mengusung konsep klasik atau retro dengan sentuhan modern.
Jika sebelumnya sebagian masyarakat menganggap desainnya menyerupai kendaraan niaga lawas, kini konsumen mulai melihat keunggulan dari sisi fungsi, mesin, hingga fleksibilitas penggunaannya.
“Awalnya mungkin ada yang melihat modelnya seperti mobil jadul. Tetapi sekarang masyarakat mulai menerima karena sudah melihat sisi positifnya. Bahkan, ada konsumen yang membeli karena ingin tampil berbeda dengan kendaraan yang lebih baru,” jelasnya.
Dari sisi spesifikasi, Hilux Rangga memiliki mesin berkapasitas 2.000 cc dengan dua pilihan bahan bakar, yakni bensin dan diesel. Kehadiran dua pilihan mesin tersebut membuat konsumen dapat menyesuaikan kendaraan dengan karakteristik usaha masing-masing.
Di Kendari, varian diesel banyak diminati untuk menunjang kebutuhan logistik sektor pertambangan, terutama pengangkutan barang dari pusat kota menuju lokasi operasional tambang yang tidak selalu membutuhkan kendaraan berpenggerak empat roda.
Sementara varian bensin lebih banyak digunakan untuk kebutuhan operasional harian, termasuk kendaraan usaha dengan mobilitas tinggi.

Menariknya, penggunaan Hilux Rangga kini tidak hanya terbatas sebagai kendaraan pick up standar. Fleksibilitas sasisnya memungkinkan kendaraan tersebut dikembangkan menjadi berbagai jenis kendaraan khusus melalui pemasangan karoseri.
Sejumlah pemerintah daerah di Sultra bahkan telah memanfaatkan Hilux Rangga untuk kendaraan operasional, seperti mobil Samsat keliling, ambulans, mobil pengangkut sampah hingga kendaraan patroli Satpol PP.
Penggunaannya antara lain telah diterapkan di Kabupaten Konawe Kepulauan, Kolaka dan Kota Kendari. Menjelang akhir 2026, pengadaan kendaraan operasional berbasis Hilux Rangga juga dilakukan sejumlah daerah, termasuk Konawe dan Konawe Utara, untuk kebutuhan ambulans, mobil sampah hingga mobil pemadam kebakaran.
“Jadi Hilux Rangga ini bukan hanya pick up biasa. Platform-nya bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kendaraan usaha, logistik, ambulans, mobil sampah hingga kendaraan operasional lainnya,” paparnya.
Dari sisi harga, Hilux Rangga juga dinilai memiliki daya saing di kelasnya. Untuk wilayah Kendari, harga on the road (OTR) ditawarkan mulai sekitar Rp216 juta.
Harga tersebut dinilai kompetitif karena Hilux Rangga berada di segmen medium pick up, meskipun banderolnya relatif berdekatan dengan sejumlah kendaraan niaga di kelas low pick up.
Untuk pembiayaan, Kalla Toyota juga menghadirkan sejumlah alternatif melalui lembaga pembiayaan dan perbankan. Salah satunya fasilitas khusus dari Bank Mandiri bagi konsumen sektor usaha dengan uang muka atau down payment (DP) sekitar 15 persen.
Sementara melalui Toyota Astra Finance (TAF) dan Astra Credit Companies (ACC), konsumen memiliki pilihan tenor kredit hingga lima tahun sehingga cicilan dapat disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan.
Andi Aswar menambahkan, pertumbuhan penjualan juga tidak terlepas dari strategi pemasaran aktif yang dilakukan Kalla Toyota melalui program test drive campaign.
Program tersebut menyasar pasar tradisional, pertokoan hingga pusat-pusat keramaian agar masyarakat dapat melihat sekaligus mencoba langsung kemampuan Hilux Rangga. Kendaraan ini juga diperkenalkan melalui keterlibatannya sebagai kendaraan resmi dalam sejumlah kegiatan atau event.
Di sisi lain, Kalla Toyota turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan konsumen di sektor perkebunan, khususnya usaha kelapa sawit di Konawe Selatan dan Konawe.
Untuk menunjang kebutuhan angkut yang lebih optimal, tersedia pilihan tambahan leaf spring atau per daun tambahan resmi Toyota. Komponen opsional tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan daya angkut kendaraan sesuai spesifikasi dan ketentuan teknisnya.
“Untuk konsumen yang bergerak di usaha sawit, ada juga pilihan tambahan leaf spring. Jadi kendaraan bisa disesuaikan dengan kebutuhan operasional mereka,” ujarnya.
Dengan kombinasi pilihan mesin bensin dan diesel, fleksibilitas karoseri, serta dukungan jaringan dan kepercayaan terhadap merek Toyota, Hilux Rangga semakin memperkuat posisinya sebagai kendaraan niaga yang diminati pelaku usaha di Sulawesi Tenggara.
Capaian penjualan hingga September 2026 tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya pasar kendaraan medium pick up di Sultra, dengan Hilux Rangga menjadi salah satu pilihan utama untuk menunjang aktivitas bisnis dan operasional berbagai sektor.
Laporan: Hasrul Tamrin











