/*
Breaking News
*/
Politik

Abu Hasan Soroti Pelukan Ridwan Bae dan ASR: Jangan Hanya Mesra di Panggung Depan

70
×

Abu Hasan Soroti Pelukan Ridwan Bae dan ASR: Jangan Hanya Mesra di Panggung Depan

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Aksi pelukan antara anggota DPR RI Ridwan Bae dan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) dalam acara pelantikan pengurus Partai Golkar di Kabupaten Kolaka, pda Minggu (1/11/2026), menuai perhatian publik.

Momen tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya kedua tokoh politik Sultra itu sempat terlibat saling kritik terkait kepemimpinan dan penyelenggaraan pemerintahan di Bumi Anoa.

Menanggapi momen yang kemudian menjadi perbincangan masyarakat tersebut, Ketua DPP GBNI, Abu Hasan, menyebut pelukan itu sebagai bagian dari dinamika politik.

Namun, ia berharap gestur tersebut bukan sekadar simbol politik di hadapan publik, melainkan benar-benar mencerminkan ketulusan untuk mengakhiri perbedaan.

“Itu kan pelukan politik. Dalam politik ada dua panggung, yakni panggung depan dan panggung belakang. Terkadang apa yang terlihat di panggung depan belum tentu sama dengan yang terjadi di panggung belakang,” ujar Abu Hasan, Senin (2/11/2026).

Baca Juga :  ASR-Hugua Ungkap Tiga Pilar Utama Peningkatan Ekonomi Sultra: Pertanian, Perdagangan, dan Pariwisata

Meski demikian, Politisi senior ini berharap pelukan Ridwan Bae dan ASR merupakan pelukan yang membatin, yakni lahir dari ketulusan hati untuk mencari titik temu di tengah berbagai perbedaan dan pandangan politik.

“Kita berharap ini adalah pelukan yang membatin. Pelukan yang mencari titik-titik temu dari berbagai perbedaan,” tegasnya.

Menurut Abu Hasan, momentum tersebut seharusnya menjadi gambaran penting tentang bagaimana seorang politisi menunjukkan integritas dalam kehidupan politik.

Ia menegaskan, integritas merupakan fondasi utama bagi seorang politisi agar dapat dipercaya masyarakat. Politisi berintegritas, kata dia, adalah mereka yang memiliki kesesuaian antara perkataan, pikiran, hati, dan tindakan.

Baca Juga :  Tim Pemenangan Milenial AJP-ASLI Siap Menangkan Pilwalkot Kendari 2024

Sebaliknya, politisi yang tidak memiliki integritas akan memperlihatkan ketidaksesuaian antara apa yang disampaikan dengan apa yang dipikirkan maupun dilaksanakan.

“Kita percaya bahwa Ridwan Bae adalah politisi yang berintegritas. Karena politisi yang berintegritas itu apa yang dia katakan, apa yang ada di otaknya, apa yang ada di hatinya, dan itu pula yang dia laksanakan,” ungkapnya.

Abu Hasan juga berharap seluruh elite politik di Sultra, bukan hanya Ridwan Bae dan ASR, mampu memperlihatkan praktik politik yang berintegritas, dapat dipercaya, serta mengedepankan keteladanan.

Karena sesungguhnya, para tokoh politik memiliki tanggung jawab moral untuk mewariskan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Baca Juga :  Aksi Pendukung Rajiun - Purnama Tidak Terpuji di Posko BAHTERA dan Kediaman Asrafil, Kuasa Hukum Minta Aparat Bertindak

Ia mengingatkan, jika para elite politik justru mempertontonkan kegaduhan dan konflik berkepanjangan, kondisi tersebut berpotensi ditiru masyarakat.

“Kalau elite-nya gaduh, masyarakatnya juga gaduh. Terus bagaimana pembangunan, pemerintahan, dan kehidupan kemasyarakatan bisa berjalan dengan baik?” katanya.

Karena itu, Abu Hasan berharap perbedaan pandangan dan kritik dalam politik tidak berujung pada kegaduhan, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mencari solusi, dan memperkuat kepentingan daerah.

Ia menekankan, keteladanan elite politik sangat penting agar dinamika politik di Sultra tetap sehat dan tidak menghambat jalannya pembangunan.

“Kita berharap elite-elite politik di Sultra mewariskan keteladanan kepada masyarakat, terutama generasi muda,” pungkasnya.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!