/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

BPVP Kendari dan PT SCM Kerja Sama Siapkan Tenaga Kerja Lokal Sesuai Kebutuhan Industri

37
×

BPVP Kendari dan PT SCM Kerja Sama Siapkan Tenaga Kerja Lokal Sesuai Kebutuhan Industri

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari bersama PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) perkuat sinergi dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan terampil siap pakai di dunia industri.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan berbasis kebutuhan industri atau Tailor-Made Training (TMT) yang dirancang secara khusus berdasarkan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan PT SCM.

Kepala BPVP Kendari, M.A. Habibi kadir, S.T., M.M mengatakan, pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan berkolaborasi dengan PT SCM berbeda dengan pelatihan yang bersifat umum.

Pendekatan TMT memungkinkan industri terlibat dalam proses identifikasi kebutuhan kompetensi. Sehingga, materi pelatihan dapat disesuaikan dengan standar dan karakteristik pekerjaan yang akan dihadapi peserta.

“Salah satunya melalui pelatihan Basic Administration yang dipersiapkan untuk membekali peserta dengan kemampuan administrasi yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan di lingkungan industry,” terangnya, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga :  Dua Polwan Sultra Terpilih Jalankan Misi Kemanusiaan PBB di Afrika Tengah, Salah Satunya Lulusan Terbaik

Ia memaparkan, kolaborasi dengan industri merupakan bagian penting dalam memperkuat relevansi pelatihan vokasi. Melalui program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga pembekalan keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja.

“Kami ingin memastikan bahwa pelatihan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan industri. Karena itu, BPVP Kendari tidak hanya melatih, tetapi juga membangun komunikasi dengan perusahaan sejak identifikasi kebutuhan kompetensi sampai dengan proses sertifikasi,” bebernya.

Orang nomor satu di BPVP Kendari ini menambahkan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut adalah keberlanjutan setelah pelatihan. Peserta yang telah memenuhi persyaratan akan mengikuti proses sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari pengakuan terhadap kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan.

Peserta juga diproyeksikan untuk mendapatkan kesempatan bekerja dan ditempatkan di PT SCM sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Samsat Digital Mudah dan Cepat Mulai Diterapkan di Jawa

Pola tersebut memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara pelatihan vokasi dan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

“Bagi BPVP Kendari, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pembelajaran. Lebih jauh, keberhasilan juga dilihat dari sejauh mana kompetensi yang diperoleh dapat digunakan di dunia kerja,” tandasnya.

Mantan Plt Kepala BPVP Pangkep ini juga menegaskan, jika kolaborasi dengan PT SCM menjadi salah satu bentuk implementasi konsep link and match antara lembaga pelatihan vokasi dengan industri.

Kebutuhan perusahaan menjadi dasar dalam menyiapkan kompetensi, sementara masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan yang memiliki keterkaitan langsung dengan peluang kerja.

“Kami berharap pola kerja sama seperti ini dapat terus diperluas bersama perusahaan lain di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Baca Juga :  BP Jamsostek Kendari Sasar Pedagang di Pasar Lapulu Sosialisasikan Manfaat Jamsostek

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT SCM, Didik Fortunadi, mengatakan sangat berterimaksih atas kolaborasi yang terjalin dengan BPVP Kendari, dimana perusahaan mendapatkan banyak keuntungan atas kerja sama tersebut.

“Dengan kerja sama ini, tenaga kerja kami bisa lebih terampil dan kompeten pada bidang kerja yang mereka tekuni. Hal ini, tentu akan meningkatkan kualitas dan produktivitas perusahaan,” katanya.

Ia juga menambahkan, dengan mempertemukan kebutuhan industri, lembaga pelatihan dan tenaga kerja, program vokasi diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

“Dari kebutuhan industri, kita siapkan kompetensinya. Dari kompetensi itu, kita dorong lahirnya tenaga kerja yang siap bekerja dan mampu berkembang di industri,” tutupnya.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!