Pemkot Kendari

Warga Anduonuhu Keluhkan Pemadam Listrik Akhir-akhir Ini, PLN Respons Sebut Ada Dua Faktor Penyebab

175
×

Warga Anduonuhu Keluhkan Pemadam Listrik Akhir-akhir Ini, PLN Respons Sebut Ada Dua Faktor Penyebab

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Polemik pemadaman listrik yang kerap terjadi dan selalu menjadi keluhan masyarakat wilayah Kelurahan Anduonuhu maupun sekitarnya di Kota Kendari sepanjang tahun 2025 akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kendari.

Warga Kelurahan Andonuhu, Kecamatan Poasia, Ilham mengeluhkan kondisi listrik yang sering padam dan tidak stabil dalam beberapa hari terakhir, yang mengakibatkan beberapa alat elektronik miliknya termasuk televisi mengalami kerusakan.

“Sering tiba-tiba mati, kemudian listrik menyala seperti tegangan tidak normal. Mati menyala,” ujarnya dengan nada kecewa, Kamis (15/1/2026).

Menanggapi permasalahan itu, Ketua DPC Permahi Kendari, Relton Anugrah, menyatakan bahwa masyarakat sebagai konsumen memiliki hak atas pelayanan yang baik dan berkualitas.

Baca Juga :  Polemik Soal Utang Pemkot, Pj Wali Kota Tegaskan Utang Daerah Tetap Dibayar Sesuai Kemampuan Daerah

Menurutnya, PT PLN (Persero) memiliki tanggung jawab hukum apabila pelayanan tersebut merugikan konsumen, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

“Kerusakan pada barang elektronik akibat tenaga listrik yang tidak stabil atau pemadaman yang tidak sesuai prosedur dapat dituntut ganti rugi kepada PLN,” tegasnya, dikonfirmasi terpisah oleh awak media Kendarikini.Com.

Ia juga menambahkan bahwa konsumen berhak mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Selain itu, konsumen juga berhak mendapat ganti rugi apabila tenaga listrik yang diberikan tidak stabil dan menimbulkan kerugian bagi konsumen.

Baca Juga :  Tiga OPD Pemkot Kendari Hadiri Smart City Business Matchmaking di Yogyakarta, Upaya Menuju Kota Kendari Cerdas

Sementara itu, Asisten Manager PLN UP3 Kendari, Arpan, menjelaskan bahwa pemadaman listrik dalam beberapa bulan terakhir disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu pemadaman terencana dan gangguan tidak terencana. Pemadaman terencana dilakukan untuk pemeriksaan dan perawatan jaringan demi keselamatan dan keandalan sistem, sedangkan pemadaman tidak terencana dipicu oleh faktor cuaca buruk seperti hujan lebat dan petir.

“Untuk pemadaman akibat gangguan cuaca, itu merupakan kondisi yang tidak kami inginkan dan memang tidak bisa dihindari sepenuhnya,” jelas Arpan saat ditemui oleh awak media Kendarikini.Com pada Senin (29/12/2025).

Baca Juga :  Wali Kota Kendari Keluarkan Surat Edaran Larangan Pemberian Dalam Bentuk Apapun yang Mengatasnamakan

PLN UP3 Kendari memastikan kesiapsiagaan penuh dengan menyiagakan 24 tim di Kota Kendari (12 tim di wilayah Benua-Benua dan 12 tim di Wua-Wua), serta total 141 pegawai siaga dan 228 tenaga pelayanan teknik.

Pihaknya juga melakukan mitigasi seperti pemasangan penangkal petir mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu sejak Oktober hingga akhir tahun.

“Seluruh tim kami siap diterjunkan kapan saja apabila terjadi gangguan jaringan listrik,” pungkasnya.

 

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!