/*
Breaking News
*/
Partai Politik

Gubernur Soroti Kemiskinan di Tengah Kekayaan Alam, Minta PDI-P Selaraskan Visi

295
×

Gubernur Soroti Kemiskinan di Tengah Kekayaan Alam, Minta PDI-P Selaraskan Visi

Sebarkan artikel ini
(Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyampaikan permasalahan terkait ironi kemiskinan dan tingginya angka stunting di Sulawesi Tenggara (Sultra), meskipun daerah ini dikenal kaya sumber daya alam.

Hal ini diungkapkan saat memberikan pidato di acara Konferda dan Konfercab DPD PDI Perjuangan Provinsi Sultra bersama DPC 17 kabupaten dan kota yang digelar serentak di Kendari, Senin (24/11/2025).

Baca Juga :  DPC PDI-P Konut Resmi Daftarkan 20 Calegnya di KPU, Berikut Targetnya

Andi Sumangerukka mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk menjadikan dan/atau mengadopsi visi pembangunan daerah sebagai visi utama partai.

Ia menekankan bahwa politik di era demokrasi tidak boleh hanya berfokus pada perebutan kekuasaan, melainkan harus berorientasi pada pembangunan bangsa dan daerah.

Visi pembangunan Sultra, katanya, meliputi tantangan kompleks mulai dari infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan, hingga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  DPC Gerindra Kota Kendari Gelar Rapat Konsolidasi Jelang Pilwali, Libatkan Seribu Pengurus

“Betul, itu kaya, tapi pada kenyataannya, tingkat kemiskinan, stunting kita masih banyak. Artinya kita belum kaya,” tegasnya, menyoroti ketidaksesuaian antara kekayaan alam dan tingkat kesejahteraan rakyat.

Gubernur juga menyinggung peran krusial legislator PDI Perjuangan dalam sistem pemerintahan.

Ia mengharapkan rekan-rekan dari lembaga legislatif dapat menjalankan fungsi pengontrol pemerintah (check and balance) secara efektif untuk mencegah penyelewengan dan memastikan terciptanya pemerintahan yang bersih dan efektif.

Baca Juga :  PKB Serahkan B1-KWK ke Azhari - Adam di Buteng dan Burhanuddin - Ahmad Yani di Bombana

Mengakhiri pesannya, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan saat pemilu harus disikapi sebagai keindahan demokrasi, dan setelahnya, semua pihak wajib bersatu karena memiliki tujuan yang sama: pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!