/*
Breaking News
*/
Pemkot Kendari

Pemkot Kendari Perkuat Pengelolaan Sampah, Model Rawasari jadi Referensi RDF dan Maggot

9
×

Pemkot Kendari Perkuat Pengelolaan Sampah, Model Rawasari jadi Referensi RDF dan Maggot

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari mulai memperkuat strategi pengelolaan sampah dengan mengadopsi pola pengolahan terpadu yang diterapkan di TPS 3R Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Model tersebut menjadi salah satu referensi Pemkot Kendari untuk mengembangkan sistem persampahan berbasis kawasan yang tidak hanya menekan volume sampah menuju tempat pemrosesan akhir, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah melalui pengolahan sampah organik dan residu.

Hal itu terungkap saat Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, bersama jajaran Pemerintah Kota Kendari melakukan kunjungan ke TPS 3R Rawasari, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga :  Kunjungan ke Singapura, Wali Kota Kendari Terinspirasi Pengembangan Kota Berkelanjutan dengan Konsep City in Nature

TPS 3R Rawasari merupakan fasilitas pengelolaan sampah berbasis kawasan dengan cakupan pelayanan skala kecamatan. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 25 ton sampah per hari.

Di lokasi tersebut, pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu sejak tahap pemilahan. Sampah organik diolah melalui budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF), sedangkan sampah residu yang memiliki nilai kalor diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Proses pengolahan RDF dilakukan melalui tahapan pencacahan dan pengeringan sehingga menghasilkan bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

Sementara itu, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot menjadi bagian dari upaya pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Baca Juga :  Layanan Call Center 112 Sukses, Wali Kota Kendari Diundang Komdigi Terima Penghargaan

Dilansir dari siaran pers Dinas Kominfo, dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kendari melihat langsung pola pengelolaan sampah, teknologi yang digunakan, sistem operasional hingga pemanfaatan hasil pengolahan di TPS 3R Rawasari.

Pola tersebut dinilai relevan untuk menjadi bahan pembelajaran dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Kendari, khususnya pengelolaan berbasis kawasan dengan cakupan pelayanan skala kecamatan.

Pemkot Kendari selanjutnya akan menyesuaikan model tersebut dengan kondisi, karakteristik dan kebutuhan daerah.
Penguatan pengelolaan dari sumber hingga proses pengolahan diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kota Kendari Menuju Ke Makkah

Lebih dari itu, Pemkot Kendari mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah. Tidak hanya sebagai persoalan lingkungan yang harus ditangani, tetapi juga sebagai material yang dapat diolah kembali sehingga memberikan manfaat dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kunjungan ke Rawasari menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari mencari model pengelolaan yang dapat diterapkan secara lebih terpadu, berkelanjutan dan sesuai dengan kondisi Kota Kendari.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!