Nasional

Menteri Nusron Ingin IPPAT Ikut Berperan Dalam Transformasi Layanan Pertanahan

356
×

Menteri Nusron Ingin IPPAT Ikut Berperan Dalam Transformasi Layanan Pertanahan

Sebarkan artikel ini
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Penataran IPPAT Tahun 2025, di Manado, Jumat (18/07/2025). (Foto: Dok Biro Humas Kementerian ATR/BPN).

KOLOMRAKYAT.COM: MANADO – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendorong keterlibatan aktif Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dalam transformasi layanan pertanahan nasional dari hulu sampai hilir di hadapan anggota IPPAT dari berbagai daerah yang hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Penataran IPPAT Tahun 2025, di Manado, pada Jumat, 18 Juli 2025, lalu.

Menurut Menteri Nusron, IPPAT merupakan bagian hulu dari ekosistem layanan pertanahan yang tak terpisahkan dari proses pelayanan di Kantor Pertanahan.

Dia juga mengungkapkan, ada dua isu utama yang masih menghadap masyarakat terkait pelayanan pertanahan, yakni lamanya proses layanan dan praktik pungutan pembohong (pungli). Menteri Nusron menilai, kedua persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk PPAT.

Baca Juga :  Direktur Keuangan PT Jasa Raharja Tinjau Pos Pelayanan Mudik Terpadu di Jawa Barat

Untuk inovasi dan pembersihan layanan publik, termasuk pertanahan, ia menyebut perlunya perubahan mendasar dalam dua hal, yaitu sistem dan sumber daya manusia (SDM).

“Solusi percepatan pelayanan itu kita buat rumus dalam ilmu manajemen, namanya dua S. S pertama adalah sistemnya harus kita ubah. S kedua adalah SDM-nya harus kita update atau kita transformasi,” kata Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid sesuai press release Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN yang diterima media ini, Minggu (20/7/2025).

Baca Juga :  Jasa Raharja Beri Santunan untuk Korban Kecelakaan KA vs Sepeda Motor di Magetan Jawa Timur

Menurutnya, sekitar 75% dari total layanan pertanian nasional menjangkau 125 kantor. Oleh karena itu, kantor-kantor tersebut menjadi titik krusial untuk memastikan transformasi benar-benar berdampak luas.

“Kalau benar pelayanannya, kalau semua pelestarian elektronik, maka akan ada efek snowball yang mengikuti pola transformasi,” tuturnya Menteri Nusron.

Transformasi, menurut Menteri Nusron, tidak bisa hanya dilakukan oleh internal Kementerian ATR/BPN. Kolaborasi dengan mitra, seperti PPAT, justru menjadi kunci utama perubahan. Oleh karena itu, ia mendorong IPPAT untuk terus meningkatkan kapasitas dan integritasnya dalam mendukung layanan pertanian yang cepat, bersih, dan profesional.

Baca Juga :  Partisipasi di Rakernas GAPASDAP 2025, Direksi Jasa Raharja Dorong Kolaborasi Transportasi ASDP yang Aman dan Berkelanjutan

Dalam kesempatan ini, Menteri Nusron didampingi oleh sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN; dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sulawesi Utara, Erry Juliani Pasoreh beserta jajaran. Turut hadir, Wali Kota Manado, Andrei Angouw; Ketua Umum IPPAT, Hapendi Harahap beserta Pengurus Pusat IPPAT; dan 500 peserta Rakernas yang merupakan PPAT dari seluruh Indonesia.

 

Editor: LM Nur Alim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!