/*
Breaking News
*/
Ekobis

FORKESTRA 2026 BI Dorong Ekonomi Sultra Inklusif dan Berdaya Saing Global

29
×

FORKESTRA 2026 BI Dorong Ekonomi Sultra Inklusif dan Berdaya Saing Global

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menggelar Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) 2026 sebagai ruang strategis menghimpun gagasan dan pemikiran untuk memperkuat perekonomian daerah, yang dipusatkan di salah satu hotel bintang di Kendari, Senin (5/10/2026).

Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, FORKESTRA 2026 mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.”

FORKESTRA ini diikuti sekitar 1.300 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen dan akademisi, perbankan, korporasi, pelaku usaha hingga pemerintah daerah.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan FORKESTRA merupakan agenda tahunan yang dirintis sejak 2020 dan menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam membahas isu-isu strategis perekonomian Sulawesi Tenggara.

“FORKESTRA hadir sebagai wadah strategis untuk mempertemukan dan menyatukan berbagai ide, gagasan, serta pemikiran dari beragam perspektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara,” ujar Edwin.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Kendari Dukung Pelestarian Lingkungan Lewat Kegiatan Go Green

Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini selaras dengan kebutuhan untuk memperkuat keterhubungan antara investasi, usaha lokal, sumber daya manusia dan kebijakan.

Keterhubungan tersebut dinilai penting untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih merata sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah persaingan ekonomi global.

Pelaksanaan FORKESTRA 2026 dikemas dalam tiga rangkaian utama, yakni sosialisasi dan diseminasi FORKESTRA, kompetisi opini ilmiah, serta seminar nasional sebagai puncak kegiatan.

Rangkaian tersebut dirancang untuk membuka ruang bagi peserta memahami berbagai persoalan strategis pembangunan daerah, kemudian mengembangkannya menjadi gagasan yang didukung analisis dan pemikiran komprehensif.

Gagasan-gagasan tersebut selanjutnya dipertemukan dengan pengalaman dan perspektif para narasumber dalam seminar nasional.

Pada seminar nasional FORKESTRA 2026, BI Sultra menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Halu Oleo Prof. Azhar Bafadal, serta penulis dan content creator Xaviera Putri.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Kadin Sultra dan Pemkot Kendari Gelar Pasar Murah

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Hugua menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi BI Sultra menyelenggarakan FORKESTRA yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam.

“Forum ini menjadi sangat penting karena menjadi ruang untuk menghimpun dan merumuskan ide serta gagasan strategis dari berbagai sudut pandang dalam mendukung kemajuan perekonomian Sulawesi Tenggara,” kata Hugua.

Ia berharap FORKESTRA mampu melahirkan gagasan-gagasan yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan penguatan ekonomi Sulawesi Tenggara.

Puncak FORKESTRA 2026 juga dirangkaikan dengan seremoni Penandatanganan Kerja Sama Antardaerah (KAD), khususnya antara Pemerintah Kota Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton dan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Edwin Permadi mengatakan kerja sama antardaerah menjadi salah satu sarana strategis untuk menghubungkan wilayah sentra produksi dengan daerah yang membutuhkan pasokan.

Baca Juga :  Festival Tukar Tambah Mobil Terbesar di Sultra Hadir Kembali di Kendari

“Melalui kerja sama antardaerah, kita dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, disertai dengan penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif,” jelasnya.

Menurut Edwin, terjaganya pasokan dan harga yang terjangkau diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan.

Selain KAD, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan PKS Rantai Pasok Ekspor sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antara BI dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan Sulawesi Tenggara.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan daya saing produknya.

Ke depan, BI Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif, mandiri, dan berdaya saing global.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!