Muna

Bupati Muna Dukung Gagasan Warga Binaan Rutan Raha Bangun Obyek Wisata Mangrove Kerja Sama dengan AMP PT MPS

2439
×

Bupati Muna Dukung Gagasan Warga Binaan Rutan Raha Bangun Obyek Wisata Mangrove Kerja Sama dengan AMP PT MPS

Sebarkan artikel ini
Bupati Muna Bachrun Labuta didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muna Muhammad Safei dan La Ode Gomberto mewakili PT MPS saat meninjau lokasi Mangrove. (Foto: LM Nur Alim/KR).

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Bupati Muna Bachrun Labuta mendukung gagasan warga binaan Rutan Kelas IIB Raha La Ode Gomberto yang sedang menjalani program Asimilasi di PT. Mitra Pembangunan Sultra (MPS) dengan konsep membangun obyek wisata Mangrove berdampingan dengan Asphalt Mixing Plant (AMP).

Sikap Bupati Muna Bachrun Labuta bukan tanpa alasan. Ia meyakini bahwa alam lebih baik dikelolah dari pada dibiarkan. Apalagi sistemnya dengan pengelolaan lestari dengan menambah penanaman mangrove dan mendirikan obyek wisata sebagai nilai tambah ekonomi.

“Harapan saya sebagai Bupati yakni, harus makin banyak orang yang mencintai mangrove. Dengan mencintai maka bisa dipelihara dan ditanam sehingga bisa menambah manfaat bagi ekonomi dan kelestarian alam,” kata Bachrun saat meninjau lokasi Mangrove di lokasi PT MPS yang berada di wilayah Motewe Desa Lasalepa, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga :  Intip Kemeriahan Pawai Budaya HUT Muna Ke-64, Ada Istana Kamali Dipamerkan

Untuk mendukung langkah itu, kata Bachrun, akan membantu mempermudah segala administrasi perizinan yang menjadi kewenangan daerah.

“Saya akan mempermudah semua urusan gagasan ini sesuai kewenangan yang diberikan perundang-undangan,” ucapnya.

Sementara salah satu Pendamping Yayasan Hutan Biru (YHB), Anastalia, mengaku sangat mendukung pengelolaan lingkungan untuk ekowisata, salah satunya yang digagas oleh La Ode Gomberto yang menggolkan ide AMP berdampingan ekowisata Mangrove ke perusahaan PT MPS.

“Mangrove di kawasan PT MPS usianya sekitar 20 tahun yang harus terus dilestarikan untuk mencegah erosi,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Muna Barat Lakukan Sidak di Pasar Lawa, Pastikan Stabilitas Harga 9 Bahan Pokok

Anastalia, berharap PT MPS bersama warga binaan yang menjalani program asimilasi dapat segera menyelesaikan urusan perizinan, sehingga nantinya tidak ada kendala dalam menjalankan program wisata mangrove berdampingan dengan AMP.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muna, Muhammad Safei, menyampaikan bahwa Pemda Muna lagi merancang formulasi aturan untuk pengelolaan wisata mangrove dengan mempertimbangkan tiga fungsi yang menjadi target dalam pengelolaan kawasan mangrove di Kecamatan Lasalepa, yakni konservasi, edukasi, dan rekreasi.

“Masterplan dan regulasinya telah disusun untuk mendukung gebrakan baru wisata yang berdampingan dengan industri,” ungkapnya.

Warga Binaan yang menjalani program Asimilasi di PT MPS La Ode Gomberto menerangkan bahwa gagasannya membangun destinasi wisata di kawasan Mangrove milik PT MPS merupakan gagasan untuk mematahkan anggapan industri hanya merusak lingkungan.

Baca Juga :  Bupati Muna: Perusahaan Sawit yang Masuk di Muna Tidak Menguntungkan Masyarakat

“Saya ingin buktikan, bila dikelola dengan baik, maka industri tidak akan merusak lingkungan dan bisa berdampak dengan AMP,” cetusnya.

Di lokasi itu, Gomberto akan menjadikan tempat wisata pantai pasir putih, kuliner, snorkeling, dan sirkuit road race.

“Bila izinnya telah rampung, saya target tiga bulan semuanya selesai,” tuturnya dengan penuh optimis.

Dirinya berterima kasih kepada Bupati Muna Bachrun Labuta yang sangat mendukung gagasan destinasi wisata mangrove yang akan dikolaborasikan bersama dengan Pemda Muna.

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!