KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Menyikapi situasi momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Tahun 2024 di Sulawesi Tenggara, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Sulawesi Tenggara memberikan atensi serius tentang pelaksanaannya demi suksesi Pilkada 2024.
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sultra, Saninuh Kasim, mengatakan menghadapi momen pesta demokrasi Pilkada 2024 yang semakin dekat mengajak kepada semua pihak, elemen pemuda ataupun organ-organ pemuda untuk aktif melakukan edukasi kepada masyarakat, mengajak kepada seluruh pengguna media sosial (Medsos) untuk bijak dalam bermedia sosial.
“Jadi kita harus filter informasi-informasi yang masuk baru kita share. Kenapa demikian, karena momen politik ini sangat sensitif, semua masih “hitam-putih” tidak semua orang apa yang kita posting atau share bisa dilihat secara substansial, tetapi lebih kepada suka tidak suka atas kandidat yang didukungnya,” katanya, Selasa (10/9/2024).
Menurut dia, peran pemuda sangat penting dalam momen ini untuk memberikan wajah baru dalam perpolitikan di Sultra khususnya. Kenapa demikian, karena perkembangan atau isu-isu yang berkembang ataupun dikembangkan melalui media sosial tidak bisa dianggap sepele.
“Gambaran kenyataan saat ini semua tercermin dalam media sosial. Maka dari itu, kami dari GP Ansor sangat khawatir melihat chatting dan postingan di media sosial. Sudah saling menghujat, saling serang pribadi,” sebutnya.
“Apalagi chattingannya jangan sampai merambat pada isu sara, suku, dan agama, itu tidak boleh, dan jangan sampai terjadi,” sambung Ketua GP Ansor Sultra yang terpilih baru-baru ini.
Saninuh bilang, seharusnya dengan media sosial yang ada, para kandidat calon kepala daerah maupun para tim relawan ataupun simpatisan memanfaatkannya sebagai wadah untuk menyampaikan program, gagasan, atau visi misi, sehingga masyarakat calon pemilih bisa dengan bijak menentukan pilihannya.
“Semua kandidat yang tampil kita harus sambut dengan baik, karena semua putra-putri daerah terbaik, orang yang tulus untuk membangun daerahnya masing-masing,” terangnya.
GP Ansor juga mengharapkan di semua tingkatan pemilihan pada Pilkada serentak di Sultra Tahun 2024 ini, harus melahirkan estafet kepemimpinan di setiap kabupaten, kota, maupun provinsi, tanpa ada kendala apapun.
GP Ansor Sultra Beri Atensi Khusus Pilkada Muna Barat
GP Ansor juga menilai dari sekian banyak kabupaten dan kota yang berkontestasi di Pilkada 2024 serentak se-Sultra, Kabupaten Muna Barat yang paling seksi dan menjadi perhatian karena hanya ada satu figur bakal calon atau calon. Sudah barang pasti pada pemilihan nanti pasti melawan kotak kosong. Di wilayah ini tentu tensi politik pasti akan ada gejolak.
Olehnya itu, seperti apa yang disampaikan dari awal masyarakat harus bijak dalam bermedia sosial dan harus mampu melahirkan estafet kepemimpinan yang defenitif.
“Bagi kami memilih kotak kosong itu bagian dari demokrasi, tapi menyerukan untuk memilih kotak kosong atau mengkampanyekan kotak kosong itu adalah bagian dari menjegal sebenarnya. Konsekuensinya pasti tidak akan lahir pemimpin,” ujar Ketua GP Ansor Sultra, Saninuh Kasim.
Lebih lanjut, Saninuh menjelaskan kenapa masyarakat harus menyalurkan hak suaranya kepada figur atau calon yang ada karena daerah sudah menggelorakan anggaran yang cukup besar untuk menyukseskan pemilihan itu, tetapi pada akhirnya tidak bisa melahirkan pemimpin, maka itu kerugian bagi daerah itu sendiri.
“Harapan kita, masyarakat harus bijak melihat permasalahan seperti ini, dan kita mengajak semua masyarakat untuk menyambut baik semua tokoh-tokoh di daerahnya masing-masing tanpa ada gesekan,” pintanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris PW GP Ansor Sultra, Salahudin Loga, mengharapkan proses Pilkada serentak 2024 bisa berjalan sehat, damai, dan jujur serta bisa menghasilkan kepemimpinan di daerah secara defenitif pada semua tingkatkan pemilihan baik itu, bupati, walikota, maupun gubernur, dari proses demokrasi yang sehat.
“Proses demokrasi yang sehat dimaksud, kaitannya dengan Pilkada adalah didalamnya tidak ada politik fitnah, caci maki, atau kampanye hitam (black campaign). Karena itu bisa menimbulkan instabilitas politik di daerah yang melakukan Pilkada,” terangnya.
Salahudin Loga, juga mengingatkan kepada seluruh kandidat calon kepala daerah di semua tingkatan untuk menyampaikan kepada seluruh simpatisan maupun relawannya untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi yang sehat kepada para pemilih agar proses Pilkada dapat terlaksana dengan baik. Begitu juga di daerah yang calonnya akan melawan kotak kosong seperti di Mubar.
“Kita harap masyarakat Muna Barat bisa menyikapi Pilkada di daerahnya dengan bijak, kenapa demikian? karena figur yang dilahirkan saat ini adalah betul-betul lahir dari hasil proses seleksi partai yang telah melalui tahapan dan mekanisme, sehingga ini menjadi nilai positif ketika dikemudian hari bisa meneruskan estafet kepemimpinan di daerahnya utamanya dalam hal kebijakan,” bebernya.
“Jangan kemudian terprovokasi atau terdoktrin oleh isu-isu yang sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum masyarakat yang tidak menghargai proses demokrasi yang ada, misalnya mengarahkan untuk memilih kotak kosong,” lanjut Alumni Universitas Haluoleo itu.
Menurut dia, ajakan-ajakan untuk memilih kotak kosong itu merupakan doktrin sesat karena prosesnya jelas. Apalagi tidak ada oligarki kekuasaan. Calon di Mubar ini telah mengikuti semua proses sesuai prosedur dan berhasil meyakinkan semua partai dan meraih dukungan, sehingga dapat maju di Pilkada 2024.
“Berarti calon ini memiliki keterampilan dan kepiawaian untuk meyakinkan semua partai sehingga dia pun dipilih. Untuk itu, kepada figur lain yang belum mendapatkan tiket atau pintu sebaiknya tidak boleh melakukan gerakan politik yang tidak mendidik, misalnya mengarahkan masyarakat untuk tidak memilih atau lebih memilih kotak kosong. Kalau seandainya dalam proses pemilihan nanti yang menang kotak kosong maka yang rugi adalah masyarakat setempat dan daerah kartu keuangan,” tuturnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











