KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Bupati Muna Bachrun Labuta melantik tiga kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) atau Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) di aula gedung pertemuan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Jumat (2 Oktober 2026).
Pelantikan itu, Bupati Muna Bachrun Labuta didampingi oleh wakil Bupati Muna La Ode Asrafil Ndoasa, Kepala BKPSDM Hidayat Ardi Ponto, Plt. Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Asarumada, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Samaul Bait, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mustajab dan Kepala-kepala OPD lainnya serta tamu undangan.
Adapun tiga Kepsek SD yang dilantik yakni, Kartono Isu menjabat sebagai Kepala SDN 17 Parigi, La Ode Majid sebagai Kepala SDN 7 Kabangka, dan La Bari, Kepala SDN 3 Kabawo.
Bupati Muna Bachrun Labuta mengatakan, jabatan adalah tugas tambahan dari pimpinan dan ketika menjabat maka menjadi perpanjangan tangan dari Bupati dalam meneruskan program demi kemajuan daerah.
“Selamat bekerja kepada Kepsek yang dilantik dengan memiliki prinsip melayani semua orang yang berada dilingkungan kerjanya,” kata Bachrun.
Dia menyatakan , bahwa mutasi jabatan Kepsek tidak ada hubungannya dengan program revitalisasi sekolah, karena sudah lama berproses di BKN dan Perteknya baru turun.
“Jadi jika ada Kepsek yang dipindahkan bukan karena program revitalisasi sekolah. Itu sudah lama berproses,” ucapnya.
Bachrun mengingatkan, sebagai ASN atau Kepsek harus fokus pada tupoksi dan tidak pingin mendengar, ada guru yang tidak mendapat jam mengajar. Apalagi karena dimonopoli jam mengajar oleh keluarga Kepsek, itu tidak boleh dan zalim namanya.
“Jika ada yang melapor hal demikian, maka saya akan copot dari jabatannya,” tegas Bachrun.
Dirinya meyakinkan, bahwa jabatan itu adalah kepercayaan, bagaimana mungkin mengangkat pejabat yang melawan, itu tidak mungkin.
“Mana mungkin orang yang tidak suka saya, terus saya akan kasih jabatan. Karena jabatan didalamnya ada kebijakan dan kebijakan, ada hal-hal yang perlu dirahasiakan atau diskresi pimpinan,” ungkapnya.
Dia menyampaikan, bahwa dalam pemerintahan, tidak ada keluarga Bupati, yang ada itu keluarganya Bachrun dan tidak boleh mencampuri urusan Pemerintahan.
“Dalam mendapatkan jabatan tidak boleh ada yang bayar membayar, kalau saya dapatkan saya akan copot kembali. Pejabat itu yang utama adalah integritas, etika, loyalitas dan memiliki hati yang baik tidak berbohong,” ujarnya.
Ia berpesan, agar jangan mencari jabatan karena mencari kekayaan, itu salah. Kita kerja harus memiliki pandangan memajukan daerah yang dicintai bersama ini.
“Tidak perlu tunduk-tunduk kepada saya, itu tidak perlu. Kerja lah untuk daerah,” tuturnya.
Laporan : LM Nur Alim











