KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Keselamatan penumpang menjadi perhatian utama dalam momentum Bulan Keselamatan Transportasi 2026. PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turun langsung memberikan edukasi keselamatan kepada penumpang KMP Bahteramas.
Kegiatan Sosialisasi Keselamatan Penumpang Transportasi Laut tersebut digelar di atas KMP Bahteramas sebelum kapal lepas sandar, pada Senin (28/9/2026) lalu.
Tak sekadar menyampaikan imbauan secara lisan, petugas dari tiga instansi tersebut memperagakan secara langsung berbagai prosedur keselamatan yang wajib diketahui penumpang selama berada di kapal.
Edukasi tersebut mencakup tata cara penggunaan life jacket atau baju pelampung secara cepat dan benar sesuai standar keselamatan pelayaran.
Penumpang juga diperkenalkan dengan berbagai life-saving appliances atau alat penyelamat darurat yang tersedia di kapal, mulai dari sekoci (lifeboat), rakit penolong (inflatable liferaft), hingga pelampung penolong (lifebuoy).
Selain itu, petugas mengingatkan penumpang agar segera mengenali jalur evakuasi dan muster station atau titik kumpul darurat setelah berada di atas kapal.
Langkah tersebut dinilai penting karena dalam kondisi darurat, penumpang dituntut mampu bertindak cepat dan tidak panik. Pengetahuan mengenai lokasi alat keselamatan maupun jalur evakuasi dapat membantu mempercepat proses penyelamatan.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sulawesi Tenggara, Nur Akbar, mengatakan edukasi langsung kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran keselamatan, baik bagi pengguna jasa maupun pengelola transportasi laut.
“Transportasi laut memiliki peran vital dalam menghubungkan wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara. Melalui momen Bulan Keselamatan Transportasi ini, kolaborasi Jasa Raharja bersama KSOP Kendari dan ASDP menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap masyarakat paham betul tindakan keselamatan dasar saat berada di kapal,” ujar Nur Akbar.
Menurutnya, keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab kru maupun operator kapal, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh penumpang.
“Keselamatan pelayaran bukan hanya tugas kru atau operator kapal, melainkan tanggung jawab bersama. Kami ingin seluruh penumpang tidak ragu untuk mempelajari letak alat keselamatan dan paham cara menggunakannya saat kondisi darurat,” tambahnya.
Nur Akbar berharap edukasi yang dilakukan secara langsung tersebut dapat semakin memperkuat budaya keselamatan atau safety culture dalam penggunaan transportasi laut di Sulawesi Tenggara.
“Harapan kita bersama, seluruh perjalanan laut di Sulawesi Tenggara berjalan aman, nyaman, dan selamat sampai di tujuan,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para penumpang KMP Bahteramas. Mereka tampak antusias mengikuti penjelasan sekaligus peragaan penggunaan berbagai fasilitas keselamatan yang tersedia di kapal.
Kolaborasi antara Jasa Raharja, KSOP Kendari dan ASDP ini diharapkan tidak berhenti pada momentum Bulan Keselamatan Transportasi 2026, tetapi terus dilakukan secara berkala di berbagai pelabuhan penyeberangan di Sulawesi Tenggara.
Dengan edukasi yang konsisten, kesadaran penumpang terhadap keselamatan diharapkan semakin meningkat sehingga tercipta perjalanan transportasi laut yang tidak hanya lancar, tetapi juga aman hingga tiba di tujuan.
Editor: Hasrul Tamrin











