KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) secara resmi memulai rangkaian kegiatan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 melalui penyelenggaraan kick off Bulan Literasi Keuangan yang mengusung tema Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas, pada 15 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Training of Trainers (ToT) Duta Literasi Keuangan bagi mahasiswa yang diselenggarakan di Universitas Halu Oleo, Kendari.
Pelaksanaan BLK merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui penguatan kapasitas berbagai kelompok sasaran, khususnya generasi muda.
Mahasiswa dipandang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu menyebarluaskan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan secara bertanggung jawab, serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal di era digital.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, dan sejahtera di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan inovasi sektor jasa keuangan.
“Transformasi digital telah memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan jasa keuangan. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu dipahami, khususnya oleh generasi muda yang saat ini mendominasi struktur demografi Indonesia,” ujar Bismi, dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).
Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan digital menjadi sangat penting agar mahasiswa mampu memanfaatkan layanan keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab serta menjadi duta literasi keuangan di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan OJK yang telah memilih Universitas Halu Oleo sebagai lokasi pelaksanaan Kick Off BLK Tahun 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami pengelolaan keuangan, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan finansial di era digital.
Kegiatan ini turut melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Tenggara, serta mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) dari Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Universitas Sulawesi Tenggara, Institut Sains dan Teknologi Aisyiyah Kendari, dan Universitas Mandala Waluya.
Sebanyak 252 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan pribadi, investasi sesuai profil risiko, fungsi penjaminan simpanan oleh LPS, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, serta berbagai program OJK dalam mendukung peningkatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen.
Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta juga dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan Sulawesi Tenggara yang diharapkan mampu menjadi agen edukasi keuangan di lingkungan kampus, keluarga, dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, OJK juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum menggunakan produk dan layanan jasa keuangan maupun melakukan investasi, yakni memastikan legalitas lembaga jasa keuangan serta menilai kewajaran manfaat atau imbal hasil yang ditawarkan.
Sebagai bagian dari penguatan pelindungan konsumen, OJK turut memperkenalkan berbagai kanal layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, antara lain Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), Indonesia Anti-Scam Center (IASC), serta layanan iDebKu untuk mengakses informasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Berbagai kanal tersebut dihadirkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta mengakses layanan OJK secara cepat, mudah, dan terintegrasi.
Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 akan berlangsung sepanjang Mei hingga Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan media massa.
Selain penyelenggaraan kegiatan edukasi, rangkaian Bulan Literasi Keuangan juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal melalui berbagai program inklusi keuangan yang dilaksanakan oleh PUJK.
Sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, media massa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, OJK berharap masyarakat semakin cakap dalam mengelola keuangan, bijak memanfaatkan layanan keuangan formal dan digital, serta memiliki ketahanan finansial yang lebih kuat.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pelindungan konsumen, meningkatkan inklusi keuangan yang berkualitas, dan mendukung terwujudnya sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, berintegritas, serta berkontribusi terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Editor: Hasrul Tamrin











