Partai Politik

DPW PAN Sultra Gelar Rakorwil Panaskan Mesin Politik, Konsolidasi Tuntas Kini Masuk Fase Eksekusi

23
×

DPW PAN Sultra Gelar Rakorwil Panaskan Mesin Politik, Konsolidasi Tuntas Kini Masuk Fase Eksekusi

Sebarkan artikel ini
Suasana Rakorwil DPW PAN Sultra. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Peta gerak politik Dewa Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara mulai terlihat semakin terstruktur dan terarah. Setelah melalui fase konsolidasi internal lewat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), partai berlambang matahari itu kini menuntaskan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar pada Selasa, 28 April 2026.

Dua agenda beruntun ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian dari skenario besar PAN Sultra dalam memperkuat fondasi menghadapi dinamika politik yang kian kompetitif. Rakorwil ini sebagai tahap “pemanasan mesin politik”, merapikan struktur serta menyatukan persepsi kader, sementara Rakerwil menjadi ruang penajaman arah sekaligus pengambilan keputusan strategis.

Ketua DPW PAN Sultra, Yusran Akbar, menegaskan bahwa kedua forum tersebut merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam membangun kesiapan partai.

Baca Juga :  Partai Prima Dukung ASR - Hugua di Pilgub Sultra: Programnya Bersentuhan Langsung dengan Rakyat

“Rakorwil kita jadikan ruang konsolidasi, sementara Rakerwil menjadi forum untuk merumuskan keputusan strategis. Ini satu tarikan napas dalam membangun kesiapan partai,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Sebagai kepala daerah yang juga memimpin partai, Yusran menilai lanskap politik saat ini tidak lagi bergantung pada figur semata. Menurutnya, kekuatan utama justru terletak pada kelembagaan partai yang solid hingga ke akar rumput.

Dalam forum Rakerwil, sejumlah agenda strategis mulai difinalisasi. Mulai dari penajaman program kerja, penguatan basis elektoral, hingga desain konsolidasi berkelanjutan untuk menghadapi siklus politik mendatang.

“Tidak boleh ada lagi kerja parsial. Semua harus terintegrasi dalam satu desain besar partai,” tegasnya.

Baca Juga :  Membuka Pendidikan Kader Loyalis di Kolaka Utara, Jaelani Tekankan Politik Kehadiran jadi Agenda Utama PKB

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PAN Sultra, Abdul Rahman Saleh (ARS), menilai keberhasilan Rakorwil dalam meredam potensi konflik internal menjadi faktor penting yang menopang kelancaran Rakerwil.

Menurutnya, konflik laten di tubuh partai kerap menjadi titik lemah yang dapat menggerus daya tawar politik di tingkat eksternal. Karena itu, konsolidasi internal harus dipandang sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar formalitas organisasi.

“Kalau internal kita solid, maka positioning politik kita di luar juga kuat. Itu hukum dasar dalam politik kepartaian,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Sultra itu juga optimistis PAN masih memiliki peluang besar untuk mempertahankan dominasinya di Bumi Anoa, dengan catatan disiplin organisasi dan loyalitas kader tetap terjaga.

Baca Juga :  Golkar Sultra Siap Gelar Musda 2 November, Herry Asiku: Rasanya Saya Mau Regenerasi

Secara elektoral, langkah PAN Sultra mencerminkan pola klasik yang tetap relevan: konsolidasi, formulasi, lalu eksekusi. Rakorwil menjadi fondasi, Rakerwil sebagai penentu arah, dan implementasi di lapangan akan menjadi ujian sesungguhnya.

Kini, setelah dua agenda penting itu rampung, tantangan baru justru dimulai. Bukan lagi soal merancang strategi, tetapi bagaimana memastikan setiap keputusan dapat dijalankan secara konsisten di tengah dinamika politik yang sering kali tak terduga.

Di titik ini, soliditas internal PAN Sultra akan benar-benar diuji—apakah mampu menjadi kekuatan nyata, atau sekadar jargon dalam forum-forum resmi.

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!