Kolom Sultra

Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Tak Ada Pelarangan Driver Online

497
×

Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Tak Ada Pelarangan Driver Online

Sebarkan artikel ini
(Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Menanggapi polemik yang sempat hangat di media sosial, Ketua Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari, Hasdin, memberikan klarifikasi tegas terkait aturan operasional kendaraan di kawasan pelabuhan.

Hasdin menekankan bahwa langkah yang diambil asosiasi saat ini bukanlah bentuk pelarangan, melainkan sosialisasi keberadaan Asosiasi dan pengaturan demi ketertiban bersama di objek vital pelabuhan.

“Sesungguhnya saat ini keberadaan Asosiasi Driver Pelabuhan dalam rangka sosialisasi sambil menunggu proses persetujuan pemerintah dalam hal ini pengelolaan pelabuhan yakni PT Pelindo, yang memiliki otorisasi sesuai peraturan,” katanya, Kamis (8/4/2026).

Dalam keterangannya, Hasdin menjelaskan bahwa pihak asosiasi sedang dalam proses upaya menjalin kerja sama dengan PT Pelindo selaku pengelola Pelabuhan Kendari.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus ASF dan Penyakit Berbahaya Karantina Sultra Periksa Kapal Asing

Kenapa harus ada Asosiasi ini karena di kawasan pelabuhan itu ada aturan main yang diterapkan mengacu pada regulasi direktif PT Pelindo, misalnya larang kendaraan parkir sembarangan atau menaik-turunkan penumpang di sembarang tempat seperti di pintu masuk, terutama di dalam kawasan pelabuhan.

Tentunya, lanjut Hasdin, aturan-aturan tersebut tentunya sudah dipahami oleh supir-supir atau driver online yang sehari-harinya beroperasi di wilayah pelabuhan, sehingga memudahkan penumpang.

“Kami tegaskan, ini bukan pelarangan tapi pembatasan agar kita saling memahami dalam mencari rezeki. Pelabuhan adalah objek vital yang memiliki aturan main tersendiri,” ujar Hasdin.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kerukunan antar-driver, Asosiasi Driver Pelabuhan menawarkan solusi konkret berupa penyediaan ruang khusus bagi driver online untuk menunggu penumpang. Lokasi yang diusulkan khusus di Pelabuhan Kendari adalah area eks-parkir kontainer di depan Pertamina.

Baca Juga :  Balai Karantina Sultra Musnahkan 34 Kilogram Daging Sapi Berisiko Pembawa Penyakit

Hasdin berharap perusahaan aplikasi (aplikator) dapat segera berkomunikasi dengan pihak pengelola (Pelindo) untuk meresmikan titik jemput tersebut. Hal ini dinilai penting agar driver online tidak memarkir kendaraan di pinggir jalan yang dapat memicu kemacetan dan melanggar rambu lalu lintas.

Selain pengaturan wilayah operasional, hadirnya Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari juga bertujuan untuk mengevaluasi keluhan masyarakat terkait tarif dan keselamatan.

“Kami terus melakukan pertemuan untuk menyelaraskan tarif agar setara dengan layanan aplikasi online. Insya Allah, saat ini tarif driver pelabuhan sudah mulai stabil dan kompetitif,” tambahnya.

Baca Juga :  Dokumen Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Pemprov Sultra Resmi Diterima DPRD Sultra

Hasdin menegaskan bahwa anggota asosiasi adalah driver legal yang mencari nafkah sesuai aturan, bukan pelaku intimidasi atau premanisme.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk driver online, untuk berkomunikasi secara humanis demi kenyamanan pengguna jasa di seluruh terminal Pelabuhan Kendari, mulai dari Terminal Nusantara, Pangkalan Perahu, Bungkutoko, hingga Kendari Newport.

“Sebenarnya kalau teman-teman driver online yang mau masuk ada jemputnya di dalam kawasan pelabuhan tinggal dikomunikasikan baik-baik saja kalau ada yang mau dijemput,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!