KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemeran utama dan sutradara film drama komedi cinta kisah pernikahan lokal di daerah Makassar, Sulawesi Selatan, berjudul Jodoh 3 Bujang melakukan Spesial Show di XXI Mall The Park, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (21/6/2025).
Film Jodoh 3 Bujang ini dibintangi oleh Jourdy Pranata, Aisha Nurra Datau, Maizura, Christoffer Nelwan, Barbie Arzetta, Rey Bong, Elsa Japasal, Arswendy Bening Swara, Cut Mini, Nugie, Iwan Coy, Zakaribo, Le Roy Osmany, Nunu Datau, Musdalifah Basri, Arla Ailani, dan lain-lain.
Enam dari pemeran utama dari film ini hadir menyapa penonton di Kendari dalam momen Spesial Show promosi film, yaitu Jourdy Pranata sebagai Fadly, Christoffer Nelwan sebagai Kifly, Hadir Rey Bong sebagai Ahmad, Maizura sebagai Nisa, Aisha Nurra Datau sebagai Rifa, dan Elsa Sarsalina atau Eca sebagai Asha. Kedatangan mereka disambut antusias oleh masyarakat Kendari, diakhir pemutaran film.
Selain menyapa langsung penonton, baik di luar maupun di dalam bioskop, mereka juga memberikan dua kaos edisi khusus bertuliskan Jodoh 3 Bujang kepada penonton yang berhasil menjawab pertanyaan singkat dari mereka.
Selama pemutaran film, penonton pun dibuat tertawa, tepuk tangan, hingga sedih dengan alur cerita film yang kental dengan nuansa Bugis-Makassar itu.
Film ini diproduksi Starvision bersama Rhaya Flicks disutradarai oleh Arfan Sabran, mengangkat kisah perjuangan tiga bujang bersaudara, Fadly (Jourdy Pranata), Kifly (Christoffer Nelwan), dan Ahmad (Hadir Rey Bong) diminta menikah secara bersamaan atau nikah kembar oleh sang Ayah demi efisiensi biaya dan keterbatasan, dalam menjaga tradisi.
Cerita bermula dari Kifli anak ke-dua yang melamar kekasihnya. Keputusan ini mendorong orang tua mereka meminta dua anak lainnya ikut menikah sehingga keluarga bisa menggelar pernikahan kembar.
Ironinya, ketika rencana pernikahan kembar itu mulai direncanakan diawali dengan acara pelamaran masing-masing pasangan tiga bersaudara ini, konflik muncul.
Fadly sebagai anak pertama belum mendapatkan kepastian dari calon istri atau pacarnya yaitu Nisa untuk dilamar meski sudah bertahun-tahun menjalin asmara. Keputusan Nisa belum memberikan kepastiaan karena orang tuanya memilih menjodohkannya dengan pria lain yang lebih mapan dengan mahar Rp500 juta.
Situasi tersebut menjadi penghambat terjadinya pernikahan kembar tiga bersaudara itu. Karena informasi pernikahan kembar sudah tersebar dan harga diri, orang tua meminta Fadly harus mencari calon istri pengganti. Ia pun harus berpacu dengan waktu mencari calon istrinya agar rencana pernikahan kembar tetap dapat dilaksanakan.
Dalam alur perjuangan Fadly memenuhi harapan keluarga mencari calon istri pengganti diwarnai beragam situasi lucu, emosional, hingga membuat rasa penasaran penonton. Pada akhirnya, Fadly bertemu kembali dengan teman semasa kuliah yang pernah dikaguminya namun tidak berani mengungkapkan perasaan.
Alur cerita film ini tak hanya menghadirkan komedi romantis, tetapi juga menceritakan betapa rumitnya menyatukan ambisi orang tua, cinta, dan tradisi dalam sebuah pernikahan kembar.
Film Jodoh 3 Bujang ini akan tayang di bioskop di Kendari maupun ditempat lain mulai 26 Juni 2025. Bagi masyarakat maupun pecinta film bisa dapat menyaksikan langsung keseruan komedi yang diperankan oleh Selebgram dan jebolan stand up comedy asal Makassar bisa langsung di bioskop terdekat mulai 26 Juni pekan depan.
Jourdy Pranata alias pemeran Fadly mengatakan, film ini sangat relevan dengan realita generasi muda masa kini. Mulai dari aspek tentang brotherhood, komunikasi dengan orang tua, dan ada soal budaya.
“Tapi inti dari semuanya adalah perjuangan, bagaimana seorang laki-laki yang hidup ditengah-tengah budaya dan orang tua yang sangat mengagungkan budaya itu, bisa bahagia dengan pilihannya, bisa tetap berprinsip, dan mencari nasibnya sendiri,” ujarnya, kepada awak media di Kendari.
Dia mengaku, awalnya agak ketakutan ambil peran ini karena kendala bahasa, tapi itu hanya ketakutan diawal. Selama dua minggu belajar semuanya teratasi.
Senada, Christoffer mengaku tertantang menerima peran tersebut, karena selain kendala bahasa ia berekting langsung dengan tokoh asal Makassar yakni Elsa dan Maizura.
“Tantangan selain bahasa, mungkin karena ada tokoh atau pemain asli dari Makassar jadi lebih tertantang. Tapi karena kru dan kena angin Makassar semuanya berjalan lancar,” beber Christoffer.
Sementara itu, Nurra Datau berharap, film ini ditonton banyak orang karena kisahnya mengangkat budaya dan kisah cinta menarik.
“Semoga banyak yang menonton film ini,” tutup Nurra.
Laporan: Hasrul Tamrin





