Politik

Jubir Tanggapi Video Viral yang Menyudutkan Bachrun Labuta: Itu Video Potongan

1791
×

Jubir Tanggapi Video Viral yang Menyudutkan Bachrun Labuta: Itu Video Potongan

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara (Jubir) pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna Bachrun Labuta - La Ode Asrafil Ndoasa, Ficki Mubarak Natsir. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Viral penggalan pidato bakal calon Bupati Muna Drs. H. Bachrun, M.Si di media sosial berdurasi 39 detik menyebutkan bahwa orang Muna kurang mensyukuri nikmat, menjadi cibiran netizen.

Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara (Jubir) bakal calon bupati Bachrun Labuta, Ficki Mubarak Natsir, mengatakan pernyataannya bakal calon bupati Bachrun dalam video saat menyampaikan pidatonya itu tidak sepenuhnya seperti itu, melainkan hanya sepenggal saja yang sengaja dipotong atau dipenggal untuk menjelek-jelekan Bachrun.

“Sebenarnya penggalan kata yang diucapkan Bachrun dalam pidatonya pada acara yang diselenggarakan AP2 Sultra pada 2 September 2024 di Kota Kendari, secara lengkapnya adalah ‘Kenapa kita tertinggal Kabupaten Muna, karena kita tidak mensyukuri nikmat Allah dengan cara yang benar’ begitu narasi lengkapnya, bukan hanya sepotong,” ungkap Ficki, Selasa (3/9/2024).

Ficki melanjutkan, setelah berkata demikian, Bachrun lalu melanjutkan bertanya kepada mahasiswa yang hadir pada saat itu, siapa yang kuliah di Pertanian?.

Baca Juga :  Siska Karina Imran - Sudirman Penuhi Syarat Pemeriksaan Kesehatan Maju Calon Walikota Kendari

Dikatakannya, konteks video tersebut sengaja dipotong dan dipelintir untuk mengarahkan bahwa seolah-olah Bachrun menghina orang Muna. Padahal sesungguhnya tidak seperti itu.

“Di tahun politik begini, fenomena ini lumrah bagi simpatisan Bacabup lain yang fanatik, buzzer, tentu menganggap ini sebagai bahan untuk menggorengnya, dengan harapan untuk mempengaruhi opini pemilih. Tapi cara seperti ini seharusnya jangan dilakukan, karena kita semua ini adalah sama, warga yang cinta Muna,” ujar Ficki

Ficki juga memaparkan, dalam pidato lanjutannya, Bachrun ingin menggugah semangat generasi muda agar ikut terlibat dalam membangkitkan sektor Pertanian di Kabupaten Muna.

“Hal ini sejalan dengan program pemerintah Muna yang saat ini memfokuskan pengembangan pertanian terintegrasi,” ucap Ficki saat memberikan klarifikasi.

Dia menyebut, gaya komunikasi Bachrun adalah mengajak semua orang untuk berintrospeksi bahwa Muna akan bangkit dengan sektor pertanian sebagai sektor andalan.

“Sektor ini akan maju dengan dukungan pembangunan partisipatif,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga :  Perolehan Suara Caleg PKB Sultra Tiba-tiba Turun Drastis di Aplikasi Sirekap KPU

Dia menerangkan, Bachrun diacara AP2 Sultra, mengajak generasi muda agar mau terlibat disektor pertanian. Dengan begitu, angka pengangguran terbuka di Muna akan turun, sekaligus memantik produktivitas pertanian Muna.

“Dampaknya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional secara keseluruhan,” terangnya.

Sebagai jubir pasangan dengan akronim BAHTERA, Ficki memberikan pandangan berdasarkan kajian akademik, komoditi pertanian mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Muna adalah Jagung, Ubi Jalar, Ubi Kayu, Kacang Tanah, Tomat, Pisang, Jeruk, Jambu Mete, Kapuk, Sapi, Ikan Kembung, Ikan Tuna, Ikan Cakalang, Kayu Jati, dan Kayu Rimba.

“Dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi, Kabupaten Muna memiliki potensi untuk mengalami transformasi ekonomi yang signifikan melalui pengembangan sektor pertanian, seperti yang sudah dikembangkan dalam kepemimpinan Bachrun saat ini,” bebernya.

“Bachrun bahkan sudah melakukan langkah yang pasti untuk memajukan pertanian Muna. Pada tahun 2024 ini pemerintah daerah memprogramkan penanaman jagung kuning seluas 250 hektare,” sambungnya.

Baca Juga :  Yudhianto Mahardika dan Asmawa Tosepu Ambil Pendaftaran di Partai Demokrat, DPC Buka Mahar 50 Juta

Apakah program jagung bisa mensejahterakan rakyat? Ini bisa terjawab bukan hanya dengan konsep belaka melainkan dengan contoh nyata, seperti Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 15 tahun lalu merupakan Kabupaten ke dua termiskin di NTB, setelah bupatinya program tanam jagung hari ini menjadi kabupaten terkaya kedua di NTB.

“Dalam pandangan Bachrun menjelaskan perihal program penanaman jagung kuning ini pihaknya ingin membangun brand image. Untuk mewujudkan itu semua elemen masyarakat diajak untuk menanam jagung,” terang Ficki.

Secara personal, Ficki mengagumi keberanian dan kesabaran Bachrun untuk membangun daerah ini. Bachrun akan selalu berjuang untuk rakyat Muna. Meskipun dicaci, dimaki, meskipun dihujat. Itulah tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras, sabar dan selalu tersenyum.

 

 

Laporan: LM Nur Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!