Pemkot Kendari

Berhati-hati! Nama dan Foto Plh Sekda Kendari Dicatut untuk Penipuan

462
×

Berhati-hati! Nama dan Foto Plh Sekda Kendari Dicatut untuk Penipuan

Sebarkan artikel ini
Nama dan foto Plh Sekda Kendari Erlis Sadya Kencana dicatut oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk penipuan. (Ilustrasi)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Nama dan foto Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, baru-baru ini dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini terungkap ketika operator Lurah Bonggoeya menerima pesan WhatsApp dari sebuah nomor yang menggunakan foto dan nama Plh Sekda Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, untuk meminta usulan musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) dari kelurahan.

Kecurigaan muncul setelah Lurah Bonggoeya menerima laporan dari operatornya. Lurah Bonggoeya kemudian mencoba mengonfirmasi langsung melalui telepon dan mendapati suara yang berbeda dengan Plh Sekda Kendari.

Menyadari potensi penipuan, Erlis Sadya Kencana, segera menindaklanjuti laporan ini dengan meminta masyarakat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya.

Baca Juga :  Beras Owoha hingga Jagung Pulut Ungu Kendari Dipamerkan pada Ajang Expo Indonesia Maju di TMII

“Saya mengimbau agar tidak melayani permintaan yang disampaikan dari nomor tersebut,” tegas Erlis, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Rabu (30/10/2024).

Erlis menegaskan bahwa permintaan resmi terkait program dan kegiatan pemerintahan akan dilakukan secara formal dan melalui jalur yang sah.

Insiden pencatutan nama pejabat publik ini menyoroti betapa pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi modus penipuan yang semakin beragam.

“Kasus ini juga menjadi peringatan bagi para aparatur sipil negara untuk selalu memverifikasi segala bentuk komunikasi yang mencurigakan,” kata Erlis.

Baca Juga :  Wali Kota Kendari Siska Karina Imran Unjuk Gigi di Forum UCLG ASPAC, Tawarkan Kendari Jadi Tuan Rumah 2026

Pemkot Kendari berharap warga dan pegawai tidak mudah percaya pada permintaan yang mencurigakan, terutama yang berhubungan dengan program dan anggaran.

Lebih lanjut, Erlis, meminta pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan dalam komunikasi internal agar kejadian serupa dapat dicegah.

“Insiden ini juga mendorong Pemkot Kendari untuk mempertimbangkan penggunaan sistem verifikasi yang lebih aman dalam komunikasi antar-lini pemerintah guna melindungi seluruh pegawai dan perangkat kerja. Dengan maraknya modus penipuan serupa, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengonfirmasi langsung segala bentuk komunikasi yang tidak resmi kepada pihak berwenang,” sebutnya.

Modus penipuan ini seringkali memanfaatkan platform media sosial seperti WhatsApp untuk menjangkau korban. Pelaku biasanya menggunakan foto profil pejabat publik yang diperoleh dari internet dan mengatasnamakan mereka untuk meminta bantuan dana atau informasi penting. Oleh karena itu, masyarakat dan aparatur sipil negara harus lebih berhati-hati dan memverifikasi setiap komunikasi yang mencurigakan.

Baca Juga :  Diskominfo Kendari dan FISIP UHO Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang semakin canggih. Penting untuk selalu memverifikasi informasi dan menghubungi pihak yang berwenang jika menerima komunikasi yang mencurigakan. Selain itu, pihak terkait perlu meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari menjadi korban penipuan serupa.

 

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!