KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara terus mendorong generasi muda menjadi pengguna sistem pembayaran digital yang adaptif sekaligus cerdas dalam menjaga keamanan transaksi.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Kunjungan Edukasi QRIS PeKA yang diikuti mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) dan Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHO, pada 24 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai sistem pembayaran sekaligus pelindungan konsumen di tengah semakin masifnya penggunaan layanan keuangan digital.
Analis Yunior Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Sultra, Harbianti, mengatakan edukasi kepada mahasiswa menjadi bagian penting untuk memperkuat literasi keuangan digital generasi muda.
“Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai inovasi sistem pembayaran Indonesia, di antaranya BI-FAST dan QRIS, yang dikembangkan dengan mengedepankan prinsip cepat, murah, mudah, aman dan andal atau CEMUMUAH,” ucapnya.
Selain memahami kemudahan transaksi digital, mahasiswa juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai risiko kejahatan siber yang perlu diwaspadai. Di antaranya phishing dan social engineering yang dapat menyasar pengguna layanan keuangan digital.
BI juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sembarangan memberikan data pribadi, termasuk PIN dan kode OTP, kepada pihak lain.
Dalam edukasi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan prinsip PeKA (Peduli, Kenali, Adukan) sebagai bagian dari Gerakan Bersama Pelindungan Konsumen (GeBerPK).
Prinsip tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan mahasiswa untuk lebih peduli terhadap keamanan transaksi, mengenali potensi risiko dan segera mengadukan apabila menemukan indikasi penipuan atau permasalahan dalam layanan pembayaran digital.
Melalui kegiatan ini, BI Sultra berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi pembayaran digital yang adaptif, tetapi juga mampu menjadi duta konsumen aman dengan turut menyebarluaskan pemahaman mengenai transaksi digital yang aman kepada lingkungan sekitar dan masyarakat luas.
Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendorong terbentuknya ekosistem pembayaran digital nasional yang inklusif, efisien dan aman, seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
BI Sultra juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai modus penipuan digital dan selalu menerapkan prinsip PeKA dalam setiap transaksi.
Editor: Hasrul Tamrin











