KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Masyarakat Desa Liabalanao Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna, Secara Swadaya membuka jalan pertanian baru untuk memproduktikan kembali lahan tidur milik masyarakat Desa Liabalano yang sudah puluhan tahun tidak diberdayakan akibat terisolir tidak adanya akses jalan.
Beberapa toko masyarakat dan toko pemuda yang tergabung sebagai Inisiator sekaligus pemilik lahan yang dilintasi pembukaan jalan tersebut bahu membahu dan bergotongroyong secara Swadaya turun lansung dilapangan mengawal clearing alat berat jenis Excavator. Pada kegiatan tersebut, turut hadir mendampingi Kepala Desa Dan Ketua BPD Desa Liabalano sehingga alhasil panjang jalan yang dibuka mencapai 1,5 kilometer.
Ketua BPD Desa Liabalano La Ode Halimidun mengatakan bahwa, pembukaan jalan ini murni dilakukan secara Swadaya yang titik nolnya mulai disebelah barat Desa Liabalano yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Muna Barat dengan tujuan untuk memproduktikan lahan tidur milik masyarakat yang berada di sebelah selatan Desa Liabalano yang luas hamparanya sekitar 100 hektar.
“Hamparan tanah tersebut begitu subur dan cocok sebagai lahan pertanian untunk mengembangkan beberapa komoditas unggulan baik tanaman pangan, palawija, maupun hortikultura,” kata Halimidun saat memberi keterangan persnya, Sabtu (3/10/2026).
Dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada beberapa elemen masyarakat yang memprakarsai kegiatan ini, begitu pula Kepada Pemerintah Desa dan menyarankan agar jalan yang baru dibuka ini dimasukan dan diregistrasi sebagai Aset Desa.
Pada saat yang sama, La Ode Amrin bersama Muh. Irfan, Aswal dan Sumardin yang merupaka perwakilan Inisiator kegiatan tersebut secara spontan dan bersama-sama memberi pernyataan bahwa, mereka berkomitmen akan menghijauhkan areal hamparan lahan yang dimaksud dengan komoditas tanaman jagung kuning yang merupakan program unggulan pemerintah pusat yang sejalan dengan Visi Misi Bupati Muna Bapak Bahrun Labuta.
Sementara ditempat terpisah, Kepala Desa Liabalano Alifuddin, SE menyatakan mendukung dan mengapresiasi langkah nyata masyarakatnya yang telah berinisisasi untuk membuka jalan tersebut. Aksi ini benar benar dilakukan secara Swadaya atas dasar kebersamaan dan kegotongroyongan.
Menyikapi hal ini Alifuddin memberi pesan moral sekaligus mengajak kepada segenap warga masyarakat Desa Liabalano, agar prinsip swadaya, niat dan konsep bersama, serta aksi gotongroyong perlu tetap dipelihara, dijaga dan ditumbuh kembangkan ditengah-tengah kehidupan sosial masyarakat.
Dalam keterangan pesrnya tersebut Alifudin selaku pimpinan pemerintah Desa setempat juga berharap, apa yang dilakukan masyarakatnya tersebut mendapat perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintah, Baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten untuk di tingkatkan kualitas dan kapasitasnya sehingga jalan yang baru di buka ini berdayaguna dan berkelanjutan asas manfaatnya.
“Saya memberikan penjelasan ini menyikapi animo masyarakat semoga mendapat dukungan dari pemerintah,” tutupnya.
Laporan : LM Nur Alim.











