KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Muna resmi menggelar Open Tournament PBSI Muna Cup I se-Sulawesi Tenggara di Gedung Olahraga (GOR) Komando Raha, pada Senin (21/7/2026). Tournament ini diikuti sebanyak 168 atlet bulu tangkis dari berbagai daerah Se- Sulawesi Tengah (Sultra)
Acara ini akan berlangsung selama lima hari yakni tanggal 20 – 25 Juli 2026. Kejuaraan ini digadang-gadang tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi PBSI Muna memproyeksikan agenda ini sebagai fondasi pembinaan dan regenerasi atlet di daerah.
Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran Ketua PBSI Sultra, Dr. L.M. Bariun, bersama jajaran pemerintah daerah seperti Bupati Muna H. Bachrun, Wakil Bupati sekaligus Ketua KONI Muna La Ode Asrafil, serta Sekda Muna Eddy Uga, memberi sinyal kuat bahwa pengembangan olahraga di daerah mendapat perhatian serius pemerintah.
Dalam sambutannya, Bupati Muna menyampaikan bahwa kompetisi adalah pilar penting dalam pembinaan. Menurut Bachrun, atlet berbakat tidak cukup hanya mengandalkan latihan rutin, tetapi butuh jam terbang bertanding agar kemampuan teknis dan mental kompetitifnya berkembang optimal.
“Kita punya banyak bibit potensial. Kejuaraan seperti ini mengasah pengalaman dan melatih mental bertanding mereka agar lebih tangguh. Semoga ke depan lahir atlet yang mampu mengharumkan nama daerah,” ujar Bachrun.
Pernyataan orang nomor satu di Bumi Sowite ini menegaskan bahwa turnamen tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di level tertinggi.
Ketua PBSI Muna, La Ode Muhram Naadu, menegaskan komitmen organisasinya dalam membangun kultur kompetisi yang sehat bagi atlet muda. Menurutnya, semakin sering atlet bertanding, semakin matang pengalaman mereka di lapangan.
Muhram menilai Kabupaten Muna memiliki potensi besar melahirkan pebulu tangkis berprestasi jika pembinaan dilakukan konsisten dan didukung kalender kompetisi yang berkesinambungan.
“Perbanyak kompetisi agar jam terbang semakin tinggi. Fokus kita ada pada atlet muda karena prospek Muna sangat bagus,” katanya.
Komitmen Ketua PBSI Muna tersebut sejalan dengan pola pembinaan olahraga modern yang menempatkan kompetisi sebagai bagian integral. Selain mengasah teknik, turnamen menjadi sarana evaluasi latihan sekaligus membentuk karakter disiplin dan mental juang atlet.
“Keikutsertaan atlet lintas daerah menghadirkan persaingan kompetitif sekaligus ruang berbagi pengalaman antarklub. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pertandingan dan memperluas wawasan atlet muda,” tambah Muhram.
Ia melanjutkan, turnamen ini juga menjadi momentum bagi para pelatih untuk mengukur progres atlet binaan. “Hasil pertandingan akan menjadi dasar evaluasi teknis untuk penyusunan program latihan berikutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Panitia pelaksana, Aswin Rudi, berpendapat bahwa kehadiran pemerintah daerah dan Ketua PBSI Sultra menunjukkan sinergi kuat dalam membangun ekosistem olahraga prestasi di Kabupaten Muna.
Dukungan ini menjadi modal penting agar pembinaan berjalan berkelanjutan, mulai dari usia dini hingga penguatan kompetisi.
Aswin berharap kejuaraan yang berlangsung lima hari ke depan ini melahirkan bibit-bibit unggul yang menjadi tulang punggung bulu tangkis Sultra di masa depan.
“Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin yang konsisten digelar demi meningkatkan jam terbang atlet, memperkuat regenerasi, serta mengangkat prestasi bulu tangkis Muna di tingkat regional maupun nasional,” tandasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











