KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Peta politik Sulawesi Tenggara kembali menarik perhatian. Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode, Nur Alam, dikabarkan resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kabar tersebut semakin menguat setelah foto pertemuan Nur Alam dengan mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang kini disebut sebagai salah satu tokoh penting di PSI, beredar luas di sejumlah media sosial.
Kepastian bergabungnya Nur Alam tersebut dibenarkan langsung oleh Sekretaris DPW PSI Sulawesi Tenggara, Hartawan Abidin, saat dikonfirmasi awak media ini.
“Pak Nur Alam itu istilahnya sudah login di PSI, artinya beliau sudah bergabung. Beliau juga sudah menyampaikan bahwa saat ini tinggal menunggu arahan atau perintah dari Pak Jokowi terkait penempatannya di partai. Beliau di DPP nanti diposisikan di mana? Seperti apa?
tentunya itu nanti kita akan melihat kebijakan DPP seperti apa untuk memposisikan Pak Nur Alam,” ujar Hartawan, Kamis (18/6/2026).
Hartawan menegaskan, PSI sangat welcome dan kehadiran Nur Alam menjadi energi besar bagi PSI Sultra. Ia menilai mantan gubernur dua periode tersebut merupakan figur berpengalaman yang terbukti mampu membesarkan partai politik di Sulawesi Tenggara.
“Beliau (Nur Alam, red) bisa dibilang bertangan dingin dalam membangun dan membesarkan partai politik di Sulawesi Tenggara dan sudah teruji,” katanya.
Sekertaris DPW PSI Sultra ini menguraikan, berkat Nur Alam, dulu PAN bagaimana dari partai kecil kemudian dia tumbuh dan menjadi besar di Sultra. Begitupun juga hari ini Partai Nasdem yang jadi partai pemenang di Sultra, suka tidak suka, berkat andil Nur Alam juga bisa besar dan berkembang.
“Dua periode DPR RI istrinya Tina Nur Alam ikut terlibat di situ kan. Pileg 2014 malah Nasdem belum punya kursi. Nanti Ibu Tina bergabung, baru ada kursinya di DPR RI,” kisahnya.
“Kita berharap mudah-mudahan setelah beliau bergabung, PSI ini di Sultra bisa lebih baiklah lebih besar ke depannya,” sambungnya.
Hartawan juga mengungkapkan bahwa komunikasi antara Nur Alam dan PSI sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Hubungan itu terjalin melalui komunikasi intens dengan Jokowi, bahkan sejak Pilgub Sultra ketika PSI memberikan dukungan kepada Tina Nur Alam saat pencalonan gubernur kala itu.
Tak hanya itu, lanjut dia, Ketua DPW PSI Sultra saat ini, Rajiun Tumada, disebut merupakan salah satu figur yang direkomendasikan langsung oleh Nur Alam untuk memimpin PSI di Sultra.
Masuknya Nur Alam ke PSI juga berpotensi diikuti sejumlah tokoh yang selama ini dikenal dekat dengannya. Beberapa nama yang disebut antara lain Rajiun Tumada, Tony Herbiansyah, dan Abu Hasan, yang saat ini telah berada di lingkungan PSI. Sementara mantan Bupati Wakatobi Umar Samiun disebut masih menjalin komunikasi dengan DPP PSI.
“Bisa saja gerbong Pak Nur Alam ikut bergabung ke PSI. Kita lihat nanti bagaimana keputusan DPP dan posisi mereka ke depan,” ungkap Hartawan.
Terkait kemungkinan bergabungnya Tina Nur Alam, Hartawan mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan resmi. Namun, ia menyebut peluang penempatan Tina di struktur DPP PSI cukup terbuka.
Dalam waktu dekat, PSI juga tengah mempersiapkan agenda konsolidasi besar yang rencananya akan dihadiri Jokowi di Sulawesi Tenggara. Selain memperkuat struktur partai, kunjungan tersebut juga menjadi momentum silaturahmi Jokowi dengan para relawan yang selama ini aktif di daerah.
Hartawan menilai tren bergabungnya sejumlah tokoh dan kader dari partai lain ke PSI tidak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi juga mulai terlihat di Sultra. Menurutnya, fenomena tersebut dipengaruhi oleh figur Jokowi serta wajah baru PSI yang kini lebih banyak diisi generasi muda.
“Banyak kader partai lain yang mulai berkomunikasi dan tertarik bergabung. Selain faktor Pak Jokowi, PSI saat ini juga menawarkan semangat baru yang dipimpin anak-anak muda, sehingga menjadi daya tarik tersendiri,” pungkasnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











