/*
Breaking News
*/
Pemkot Kendari

Pemkot Kendari Perkuat Peran Posyandu Cegah Stunting, 30 Ribu Balita Didata sebagai Fokus

32
×

Pemkot Kendari Perkuat Peran Posyandu Cegah Stunting, 30 Ribu Balita Didata sebagai Fokus

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan mengandalkan data riil dari tingkat RT, penguatan peran Posyandu, serta intervensi serentak terhadap ibu hamil dan balita yang akan dimulai pada Juli 2026.

Langkah tersebut mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Tahun 2026, Rabu (17/6/2026).

Dilansir dari laman Kendarikota.go.id, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga perkembangan kognitifnya yang pada akhirnya akan memengaruhi produktivitas dan daya saing generasi mendatang. Karena itu, penurunan stunting menjadi prioritas yang harus dituntaskan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” ujarnya.

Menurutnya, penilaian kinerja yang dilakukan tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi efektivitas berbagai program yang telah dijalankan sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan agar intervensi yang dilakukan ke depan lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Bukti Komitmen Jaga Warisan Budaya

Ia menekankan keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, penyediaan air bersih, ketahanan pangan hingga pola pengasuhan anak dalam keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria Mahmud, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya menangani anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru.

Dikatakan, saat ini terdapat lebih dari 400 anak stunting yang menjadi sasaran intervensi langsung Dinas Kesehatan. Namun, terdapat sekitar 12 ribu anak yang berpotensi mengalami stunting dan harus segera dipetakan secara akurat.

“Kami butuh data dasar dari RT dan kelurahan. Kalau yang sudah stunting, kami bisa intervensi dengan PMT dan vitamin. Tetapi yang lebih penting adalah mendeteksi anak-anak yang berisiko agar tidak masuk kategori stunting,” kata Hasria.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Kendari sedang mengumpulkan data sekitar 30 ribu anak yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan intervensi serentak yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang.

Baca Juga :  Pemkot Kendari Segera Aspal Jalan Antero Hamra Sisi Kiri Samping Mall The Park

“Data ini sangat penting. Sebelum 1 Juli seluruh data harus sudah masuk. Dari data itu kita akan melihat siapa yang rutin datang ke Posyandu dan siapa yang belum. Di situlah kita bisa mendeteksi calon-calon stunting untuk segera dicegah,” jelasnya.

Intervensi yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan, vitamin A, edukasi kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan balita.

Hasria menyatakan faktor-faktor sosial yang berpotensi meningkatkan angka stunting, diantaranya fenomena pernikahan usia dini dan kehamilan pada usia yang belum ideal.

“Pak Lurah harus tahu kondisi masyarakatnya. Kasus pernikahan terlalu muda atau kehamilan usia dini harus menjadi perhatian bersama karena berpotensi melahirkan anak stunting,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Ketua Pembina Posyandu Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, mengingatkan pentingnya penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

Saat ini Kota Kendari memiliki 228 Posyandu yang tersebar di seluruh kelurahan. Namun, sebanyak 122 Posyandu atau sekitar 53 persen masih berada dalam kondisi tidak layak dan membutuhkan perhatian serius.

Baca Juga :  Dinas Kesehatan Kota Kendari Gencarkan Kampanye PrEP Untuk Tekan Penularan HIV

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Posyandu membutuhkan dukungan lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berlangsung lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan masyarakat.

Sementara itu, Lurah Watubangga, Nusman Pagalu, membagikan strategi yang diterapkan di wilayahnya untuk mempercepat pengumpulan data keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, RT merupakan pihak yang paling memahami kondisi masyarakat sehingga pendataan dilakukan langsung dari tingkat lingkungan.

“Wilayah warga yang paling tahu tentu RT. Karena itu kami meminta data dari setiap RT, kemudian disetor melalui Kasi Pemerintahan agar proses pendataan lebih cepat dan akurat,” katanya.

Melalui penguatan Posyandu, pemutakhiran data hingga intervensi serentak yang akan dilakukan pada Juli mendatang, Pemerintah Kota Kendari berharap mampu menekan angka stunting secara signifikan sekaligus memastikan lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!