Kolom Sultra

Jembatan Bailey Penanganan Banjir Darurat di Konut Dimanfaatkan, Gubernur Alokasikan 60 Miliar Untuk Permanenkan

286
×

Jembatan Bailey Penanganan Banjir Darurat di Konut Dimanfaatkan, Gubernur Alokasikan 60 Miliar Untuk Permanenkan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (kiri) didampingi Ketua DPRD Sultra dan Forkopimda pemanfaatan perdana Jembatan Bailey di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Konut. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KONUT – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka secara resmi membuka pemanfaatan perdana penggunaan Jembatan Bailey penanganan darurat banjir darurat ruas jalan yang menghubungkan ruas Landawe–Kota Maju–Asera di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Jumat (24/7/2025) sore.

Jembatan ini dibangun dengan tujuan untuk memulihkan konektivitas jalan yang terputus akibat banjir besar saat musim hujan. Acapkali, ketika hujan deras, titik ruas jalan ini tergenang air banjir sehingga pengendara tidak bisa melintasi. Alternatif warga ketika terjadi banjir menyiapkan rakit penyeberangan untuk pengendara dengan tarif tertentu.

Ruas jalan Landawe–Kota Maju–Asera di Desa Sambandete merupakan akses yang sangat penting sebagai lintas antar sulawesi yakni jalur menuju Sulawesi Tengah – Sulawesi Tenggara sehingga, maupun sebaliknya.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, mengatakan pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bentuk kesigapan pemerintah dalam merespons dampak bencana banjir bagi masyarakat. Mengingat, satu bulan sebelumnya, ia bersama jajaran Forkopimda Sultra sempat berkunjung melihat langsung kondisi jalan dan sepakat untuk membangun Jembatan Bailey.

“Hari ini kita laksanakan peresmian untuk digunakan masyarakat dan hari ini sudah bisa dilintasi,” katanya usai meresmikan pemanfaatan perdana jembatan.

Gubernur menyampaikan, nanti, sudah direncanakan akan dibangunkan jembatan yang permanen dengan anggaran kurang lebih Rp60 miliar rupiah pada Tahun 2026.

Baca Juga :  Jasa Raharja Anugerahi RS Hermina dan RSUD Bahteramas Penghargaan Prestisius 2025

“Nah, karena ini sifatnya darurat dan banjir itu tidak menunggu harus ada anggaran olehnya itu secara darurat kita bangun jembatan ini. Akan tetapi, jangka panjangnya akan dibangun jembatan yang permanen dan sudah dianggarkan tahun 2026,” ucap Gubernur.

Gubernur memastikan pembangunan jembatan ini bisa mengamankan ruas jalan jika nantinya ada banjir.

“Mudah-mudahan kalau ada banjir lagi sudah tidak menghalangi orang (pengendara kendaraan,red) yang lalu-lalang melintas,” tuturnya.

Dalam sambutannya saat meresmikan pemanfaatan perdana jembatan, gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk Balai, Korem, Polda, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara atas sinergi dan kekompakan dalam penanganan bencana di sini.

Ia menyebutkan bahwa sempat ada kekhawatiran jembatan harus didatangkan dari Sulawesi Selatan, namun ternyata setelah berkomunikasi dengan Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) stok Jembatan Bailey tersedia di wilayah sendiri dan bisa langsung digunakan.

“Alhamdulillah, dengan kondisi darurat dan dukungan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), kita bisa segera membangun jembatan ini. Kalau tidak tersedia anggaran, saya bahkan siap pakai dana pribadi karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Gubernur.

Baca Juga :  Kapolda Sultra Brigjen Pol Dwi Irianto Naik Pangkat jadi Inspektur Jenderal Polisi

Gubernur menambahkan bahwa meskipun jembatan ini bersifat sementara, pemerintah telah merencanakan pembangunan jembatan permanen yang dijadwalkan mulai tahun 2026 dengan estimasi anggaran.

“Untuk saat ini, manfaatkan jembatan ini dengan baik. Jaga dan pelihara. Karena ini merupakan penghubung utama antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, serta jalur penting distribusi dan pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Martin Effendi Patulak. (Foto: Hasrul/KR)

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Bailey ini dilaksanakan berdasarkan tiga dasar hukum utama: instruksi langsung dari Gubernur saat peninjauan lapangan, Surat Keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 221 Tahun 2025 tentang Status Siaga Bencana, dan hasil review Inspektorat Provinsi Sultra.

Ia menyebut, tujuan pembangunan jembatan ini adalah untuk memulihkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Konawe Utara; menjamin kelancaran distribusi logistik masyarakat; dan menunjang pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

“Jembatan Bailey yang dibangun memiliki total panjang 51 meter dengan tiga segmen, dan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 75 hari kalender. Total anggaran pembangunan sebesar Rp3,191 miliar, bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Provinsi Sulawesi Tenggara. Material jembatan berasal dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Sultra,” ungkap Martin Effendi sebagai Koordinator Pembangunan Jembatan Bailey.

Baca Juga :  Dapat Amanah Gubernur, dr. Asridah Siap Dedikasikan Pikiran dan Karya Untuk Kesehatan Masyarakat

Jembatan ini dinyatakan aman digunakan untuk kendaraan roda dua dan roda empat, dengan kapasitas hingga 25 ton. Pemakaian perdana secara simbolis dilakukan langsung peninjauan oleh Gubernur setelah acara peresmian.

Senada, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan inisiatif cepat yang diputuskan pasca banjir.

“Ini adalah bentuk pemanfaatan perdana. Kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Bina Marga, dan Balai Jalan agar konektivitas antarwilayah tidak terputus,” ujarnya.

Dengan telah difungsikannya jembatan ini, pemerintah berharap konektivitas masyarakat di Konawe Utara kembali pulih dan kegiatan sosial ekonomi dapat berjalan normal kembali.

Kegiatan peresmian pemanfaatan perdana Jembatan Bailey ini turut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Sultra, Kapolda Sultra, Dandrem 143/HO, Kepala BPJN, Kepala Balai Wilayah Sungai, Bupati Konawe Utara, Forkopimda Konut, Ketua TP-PKK Konawe Utara, Ketua Tim Ahli Gubernur Sultra, Kepala OPD Provinsi Sultra, serta tokoh masyarakat, Camat, Lurah, dan masyarakat sekitar.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!