KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Bakal calon Bupati Muna L.M Rajiun Tumada setelah mendaftar dan dinyatakan berkas lengkap oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Muna, Rajiun singgung soal konsistensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) yang menurutnya tidak konsisten dan komitmen dalam mengusung calon kepada daerah pada Pilkada serentak 2024.
Sebelumnya, Rajiun telah mendapatkan rekomendasi B1-KWK dari Partai Golkar yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, namun setelah pergantian Ketua Umum DPP Partai Golkar yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia, Partai Golkar justru mengeluarkan rekomendasi B1-KWK kepada bakal calon lain yaitu Kardini.
Menanggapi hal itu Rajiun menganggap DPP Partai Golkar tidak konsisten dengan komitmennya dalam mengusung colon kepala daerah pada Pilkada serentak 2024.
Ironisnya, sebelum perubahan surat dukungan Bahlil Lahadalia telah menyampaikan dibeberapa awak media bahwa seluruh rekomendasi yang ditandatangani mantan ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto kepada beberapa calon kepela daerah tidak akan diganti. Tapi faktanya di luar pernyataan itu.
“Berartikan tidak komitmen dan tidak konsisten. Partai besar loh ini, bukan partai kecil. Ketika bicara partai besar lalu tidak konsisten, bagaimana kita mau percaya,” tutur Rajiun, saat ditemui di kediamannya usai mendaftar di KPUD Muna, Selasa (37/08/2024).
Dikatakannya, partai besar seperti Golkar tidak mampu menunjukan sikap komitmennya terhadap keputusan yang telah dikeluarkan. Jika kondisi seperti ini terjadi ditubuh partai Golkar maka ia yakin dan percaya ke depan partai Golkar berada diambang kehancuran.
“Ini kan partai besar yang cukup luar biasa dan ternama, tetapi kemudian tidak konsisten dan tidak komitmen dengan calon yang mereka lahirkan. Kalau model seperti ini menjadi pertanyaan, apakah Golkar akan besar di kemudian hari, saya yakin Golkar akan hancur kalau modelnya seperti ini,” tegas Rajiun.
Tidak hanya itu, Rajiun juga menyinggung soal pernyataan Bahlil, bahwa jangan main-main dengan Raja Jawa. Pernyataan itu mencerminkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar takut terhadap Raja Jawa. Jika kondisi itu benar terjadi maka Golkar diambang kehancuran.
“Yang pimpin juga ini kan kita tahu sendiri, dia takut terhadap Raja Jawa. Raja Jawa ini kan masalah juga ini,” kata Rajiun.
Lebih lanjut, ia tegaskan bahwa, partai akan maju dan jaya jika partai itu konsisten. Partai Golkar ini adalah partai besar di Indonesia, namun dengan ketidak konsistenannya partai ini akan dipertanyakan oleh seluruh masyarakat Indonesia termasuk saya sebagai anak bangsa.
“Nama besar partai Golkar akan menurun drastis akan ketidak konsistenannya Ketua Umum dan beberapa pengurus partainya,” tutupnya.
Editor: Hasrul Tamrin











