PILKADA

Survei LSI: ASR-Hugua Unggul Jelang Pilgub Sultra 2024

370
×

Survei LSI: ASR-Hugua Unggul Jelang Pilgub Sultra 2024

Sebarkan artikel ini
Direktur LSI Denny JA, Adjie Alfarabi, merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra Pilkada 2024. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Satu bulan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2024, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur. Hasilnya, pasangan Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua unggul dari pasangan lain dengan angka elektabilitas sebesar 35,2 persen.

Disusul, pasangan Tina Nur Alam-LM Ihsan Taufik Ridwan berada di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 29,5 persen. Di peringkat ketiga, terdapat pasangan Lukman Abunawas-La Ode Ida (LA-IDA) dengan elektabilitas 20 persen. Pasangan Ruksamin-LM Sjafei Kahar menempati posisi terakhir dengan elektabilitas 10,7 persen. Responden yang belum menentukan pilihan tersisa 4,6 persen.

Baca Juga :  Kampanye di Kolaka Timur, Andi Sumangerukka Bawa Pesan Prabowo untuk Setia pada Mandat Rakyat

“Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, melihat posisi elektabilitas keempat paslon tersebut, potensi kemenangan di Pilgub Sultra 2024 ini lebih terbuka bagi paslon ASR-Hugua,” ungkap Direktur LSI Denny JA, Adjie Alfarabi, dalam konferensi pers di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu (23/10/2024).

Survei ini dilakukan sebelum debat pertama Pilgub Sultra, mulai tanggal 8 hingga 17 Oktober 2024, menggunakan metode standar multistage random sampling. Wawancara tatap muka langsung dilakukan kepada 800 responden terpilih dengan menggunakan kuesioner dan margin of error 3,5 persen.

Adjie menjelaskan bahwa tingginya elektabilitas paslon nomor urut 2 ini disebabkan oleh pesona kuat ASR sebagai calon gubernur. Meskipun popularitasnya belum mencapai puncak, ASR merupakan sosok yang paling disukai.

Baca Juga :  AJP-ASLI Kembali Tegaskan Komitmen Pembangunan dan Kesejahteraan di Kampanye Akbar

Selain itu, publik yakin bahwa pasangan ASR-Hugua paling mampu menyelesaikan masalah ekonomi dan dinilai paling bersih dari korupsi.

“Mayoritas pemilih di Sultra, yaitu sebesar 94,2 persen, menginginkan pemimpin yang bersih dari korupsi. Publik menginginkan pemimpin yang bersih karena ekonomi yang tidak membaik, korupsi dinilai sebagai penyebabnya, dan trauma atas kasus korupsi mantan Gubernur sebelumnya,” jelasnya.

Adjie mengungkapkan bahwa paslon ASR-Hugua unggul di hampir semua segmen pemilih. Di kantong pemilih agama, ASR-Hugua unggul baik di pemilih muslim maupun pemilih agama lain.

Di kantong pemilih milenial dan Gen Z, ASR-Hugua juga unggul. Begitu pula di pemilih Gen Baby Boomers (pemilih di atas 60 tahun ke atas). Sementara itu, Tina-Ihsan unggul di pemilih Gen X.

Baca Juga :  ASR-Hugua Tekankan Pentingnya Pengelolaan SDA yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Debat Pilgub Sultra

“ASR-Hugua juga unggul di pemilih wong cilik, kelas menengah, dan ekonomi mapan. Lalu, ASR-Hugua juga unggul di pemilih emak-emak, petani/peternak, wiraswasta, buruh, dan pekerja lainnya. Sementara Tina-Ihsan unggul di pemilih ASN dan tidak bekerja,” tambah Adjie.

Namun demikian, Adjie mengingatkan bahwa dinamika suara di sisa waktu satu bulan sangat tergantung pada kemampuan masing-masing kandidat dalam menjangkau pemilih, meningkatkan impresi personal, dan menjaga agar tidak terjadi blunder yang merugikan.

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!