Kolom Sultra

Pembangunan Patung Halu Oleo di Bandara Konsel Ditargetkan Rampung Desember 2024

670
×

Pembangunan Patung Halu Oleo di Bandara Konsel Ditargetkan Rampung Desember 2024

Sebarkan artikel ini
Peletakan batu pertama pembangunan Patung Halu Oleo di Bandara Halu Oleo, Konawe Selatan. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang, tengah membangun patung Halu Oleo di Bandar Udara Halu Oleo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Peletakan batu pertama proyek ini telah dilakukan, pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Patung yang akan dibangun setinggi 9 meter ini terdiri dari konstruksi bawah atau dudukan setinggi 3 meter dan patung setinggi 6 meter. Patung tersebut dibuat di Yogyakarta, sementara konstruksi bawahnya dibuat di Sulawesi Tenggara. Total anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp2,6 miliar.

Baca Juga :  Siska Karina Imran - Sudirman Kantongi Rekomendasi PAN Maju Pilwali Kendari, Siap Daftar di KPU

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Pemprov Sultra, Marten Effendi Patulak, mengatakan Pemprov Sultra menargetkan pembangunan patung Halu Oleo ini rampung pada Desember 2024.

“Patung tersebut terbuat dari tembaga, sedangkan dudukannya akan dilapisi granit marmer,” ungkap Marten Effendi, usai peletakan batu pertama pembangunan patung, pad Rabu, 2 Oktober 2024, kemarin.

Marten Effendi menjelaskan, pembangunan patung Halu Oleo ini memiliki makna yang mendalam, yaitu sebagai perwujudan dari tiga etnis di Sulawesi Tenggara: Lakilaponto di Muna, Sultan Murhum di Buton, dan Halu Oleo di daratan.

Baca Juga :  Jumat Curhat: Dir Binmas Polda Sultra Berikan Arahan Penanganan Unjuk Rasa untuk Satpam

“Penempatan patung di bandara bertujuan untuk mempresentasikan nama bandara Haluoleo, seperti halnya patung Sultan Hasanuddin di Bandara Sultan Hasanuddin dan patung Soekarno Hatta di Bandara Soekarno Hatta. Selain itu, patung ini diharapkan dapat diakses oleh semua orang yang lewat, baik wisatawan maupun pendatang, saat keluar dari bandara,” terang Kadis Cipta Karya itu.

Baca Juga :  Kunjungan dan Kajian DLHK Konsel, Aktivitas Pertambangan PT WIN Sesuai Regulasi

Pemilihan lokasi di bandara juga didasarkan pada pertimbangan strategis, mengingat sebelumnya ada dua pilihan tempat, yaitu Universitas Halu Oleo dan Bandara Halu Oleo.

“Patung Halu Oleo diharapkan dapat merepresentasikan persatuan dan kesatuan di Sulawesi Tenggara. Kawasan sekitar patung nantinya akan disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH), sehingga dapat juga berfungsi sebagai tempat rekreasi,” pungkas Marten.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!