Kolom Sultra

Marten Effendi Patulak Resmi Menakhodai PMTI Sultra Masa Bakti 2023-2028

35
×

Marten Effendi Patulak Resmi Menakhodai PMTI Sultra Masa Bakti 2023-2028

Sebarkan artikel ini
Pose bersama Pengurus PMTI pusat bersama Pengurus Wilayah Sultra usai pelantikan. Foto; Hasrul/KR

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Provinsi Sulawesi Tenggara masa bakti 2023-2028 yang dinakhodai oleh Dr. Ir M. Effendi Patulak, M. Si, resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum PB PMTI Pusat Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa, di salah satu hotel di Kendari, Jumat (26/1/2024).

Pelantikan pengurus PMTI Sultra itu dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pengurus PMTI Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Konawe Utara masa bakti 2023-2028.

Ketua Umum PMTI Pusat, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa, mengatakan pelantikan Marten Effendi sebagai ketua PMTI Sultra ini merupakan pelantikan ketua ketiga di Sultra. Sehingga ini menjadi sebuah kesyukuran apalagi pelantikan ini dilakukan bersama dengan pengurus dua kabupaten, sehingga patut mendapatkan pujian.

Baca Juga :  Catatan Kinerja Akhir Tahun 2023 Pj Gubernur Andap Budhi Revianto 117 Hari Memimpin Sultra

“Pelantikan ini secara tidak langsung sangat membanggakan kami pengurus pusat. Tadi kurang lebih ada sekitar 500 orang lebih yang dilantik. Jadi patut menjadi contoh,” katanya.

Dia berpesan kepada para pengurus baik provinsi dan kabupaten yang sudah dilantik agar segera menyusun program kerja yang sejalan dengan program dan visi misi PMTI pusat untuk saling mendorong, menguatkan, dan peduli satu sama lain di kalangan masyarakat Toraja.

“Jangan habis dilantik ini langsung senang-senang tapi harus buat program dan membantu bersinergi dengan pemerintah setempat,” pesannya.

Baca Juga :  BPN Sultra Launching Layanan Sertifikat Elektronik di 14 Kabupaten se- Sultra

Ditempat yang sama, Ketua PMTI Sultra, Marten Effendi Patulak, mengatakan PMTI atau Kastor adalah paguyuban masyarakat Toraja. Menurutnya paguyuban ini untuk mempersatukan seluruh masyarakat Toraja yang ada di seluruh Indonesia.

“Ini paguyuban semata-mata memang untuk mempersatukan masyarakat Toraja baik itu di Sulawesi tenggara atau pun dimana mereka merantau sehingga kita membentuk suatu paguyuban,” katanya saat ditemui usai pengukuhan.

Effendi menyebut sejauh ini paguyuban PMTI sudah tersebar di 9 Kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara yakni kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan Konawe Utara, Konawe, Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Muna, Bau-bau dan Buton

Sehingga dirinya berharap dengan adanya paguyuban ini, masyarakat Toraja bisa bersatu memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan yang ada di provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca Juga :  Monitoring dan Evaluasi, Kakanwil BPN Sultra Puji BPN Muna Tuntaskan Program Nasional

“Kita berharap masyarakat Toraja ini memberikan warna tersendiri dalam pembangunan di Sulawesi tenggara,” pungkasnya.

Diketahui dalam pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Abdurahman Saleh, Pj Gubernur Sultra yang diwakili oleh Asisten II Pemprov Sultra, Danrem 143/Ho Brigjen TNI Ayub Akbar, Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Abdul Kadir Mulku Zahari serta Ketua Kadin Sultra Anton Timbang.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!