Ekobis

Kisah Inspiratif Penjual Manisan di Kendari Bangun Warung Prasmanan dari Modal 3 Juta

31
×

Kisah Inspiratif Penjual Manisan di Kendari Bangun Warung Prasmanan dari Modal 3 Juta

Sebarkan artikel ini
Tim Media Kitchen Tour Nasabah Inspiratif BTPN Syariah saat berkunjung di Rumah Makan Teras Mafit milik Samsidar. (KOLOMRAKYAT.COM)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Raut wajah Samsidar (52 tahun) berbinar kebahagiaan tatkala rombongan Media Kitchen Tour Nasabah Inspiratif BTPN Syariah dari Jakarta bertandang di kiosnya Teras Mafit di perempatan Jalan Banteng, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari pada Kamis, 25 Mei 2023.

Dibenaknya tidak terbayang jika modal pinjamannya Rp 3 juta rupiah dari BTPN Syariah pada 2018 silam telah mengantarkannya pada kenyataan hidup, berhasil mendirikan sebuah rumah makan prasmanan dengan 11 orang karyawan.

Awalnya, Samsidar hanyalah seorang penjual beragam aneka manisan buah, seperti Mangga, Nenas, Kedondong, dan lain-lain yang beratapkan payung pelangi. Tapi siapa sangka berkat kegigihan, kerja keras, dan kedisiplinan dalam mengatur keuangan mampu mendirikan sebuah rumah makan besar.

Saat berjualan manisan wanita yang akrab dengan sapaan Mafit atau Mama Fito itu sehari hanya bisa meraup keuntungan atau omset Rp 50 sampai 60 ribu rupiah sehari, terkadang pun tidak sampai. Kini dengan warung makan prasmanannya bisa meraup omset Rp 6 s.d. 8 juta sehari.

Mafit menceritakan, awalnya dia hanyalah seorang penjual manisan, namun tiba-tiba ditawari oleh salah satu pelanggan manisannya yang juga sebagai petugas BTPN Syariah Kendari  untuk mengambil bantuan modal pembiayaan pada 2018 silam, sebanyak Rp 3 juta rupiah.

“Awalnya saya takut berutang ke Bank. Karena nanti bingung gimana bayarnya. Tapi saat itu saya ditawari ikut pelatihan dan diajarkan bagaimana melihat peluang dan pasar, akhirnya saya tertarik untuk bergabung,” jelasnya.

Dari modal itu ia kemudian mulai melakukan ekspansi usaha dari jualan manisan, ditambah dengan jualan kue-kue basah dengan warung etalase seadanya. Bahkan juga sudah menerima jasa titip kue di lapaknya yang didirikan diatas tanah seluas kurang lebih 10×7 meter persegi.

Baca Juga :  Kadin Sultra Jajaki Kemitraan dengan Kanwil Kemenkumham Sultra Pembentukan Perseroan Perorangan

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintisnya semakin lancar, plafon pembiayaan dari BTPN Syariah juga terus meningkat, dari Rp 3 juta naik menjadi 6 juta rupiah. Kebetulan saat itu bertepatan dengan bulan suci Ramadan, dengan modal tersebut ia mulai berjualan kue dan sayur siap saji. Usahanya kembali naik daun. Setelah itu, ia lanjut untuk jualan makanan prasmanan dan mengubah ruang tamu jadi warung sederhana.

Pada siklus pembiayaan Rp 11 juta rupiah, Samsidar mulai memperluas usahanya hingga siklus saat ini digunakan untuk mengembangkan tempat usahanya, kini sudah membawa angin segar untuk perekonomiannya

“Sukur alhamdulillah, sekarang sudah punya 11 karyawan setelah dulu selalu sendirian. Dari yang dulunya omset cuma Rp 50-60 ribu perhari, sekarang bisa sampai Rp 8 juta rupiah perhari,” ungkapnya.

Hal yang selalu ditanamkan Samsidar dalam menjalankan usaha adalah tentang manajemen keuangan. Cara manajemen keuangan ini juga diperolehnya dari pendampingan yang diberikan BTPN Syariah dalam pelatihan.

“Kuncinya itu seperti yang sudah diajarkan diawal. Bagaimana kita pisah-pisahkan uang untuk pemakaian pribadi, belanja, serta angsuran. Kalau sudah dipisah-pisahkan itu jangan sampai “digaruk” lagi. Dan berkat itu alhamdulillah saya bisa lancar pembayaran, usaha juga lancar sampai sekarang,” kata dia.

Disamping usaha rumah makan, Mafit juga secara perlahan sudah mulai merambah bisnis pembuatan Sofa kursi tepat dibelakang rumah makannya yang digeluti suami. Ke depan, ia bercita-cita untuk membangun sebuah rumah makan catering siap saji untuk masyarakat Kota Kendari.

Baca Juga :  Indosat Ooredoo Hutchison Group Berkolaborasi dengan NVIDIA Ciptakan Infrastruktur AI Berdaulat

BTPN Syariah Solusi Keuangan Melalui Produk Tepat Pembiayaan Syariah

Business Coach BTPN Syariah Area Sulawesi Tenggara, Sanowati Samosir, mengatakan dalam memenuhi keuangan umat atau masyarakat, BTPN Syariah memberikan kemudahan dengan  pembiayaan prasejahtera produktif yang diberikan berkelompok yang disebut Tepat Pembiayaan Syariah, adalah pembiayaan tanpa jaminan yang diberikan untuk modal usaha bagi masyarakat prasejatera produktif khususnya perempuan.

Pembiayaan berkelompok ini memiliki tujuan untuk membangun 4 karakter pada diri nasabah, yaitu berani berusaha, disiplin, kerjasama dan saling bantu yang diharapkan prilaku tersebut dapat menyebar sehingga tercapai tatanan masyarakat yang memiliki kekuatan secara ekonomi di suatu daerah.

“Contoh ibu-ibu yang sudah merasakan manfaat dari akses keuangan yang diberikan melalui  produk ini adalah sosok ibu-ibu tangguh di Nila Lampuuk dengan berbagai profil usaha mereka sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya, saat Media Brief dengan sejumlah awak media di Kendari pada Kamis lalu,  25 Mei 2023.

Sanowati menjelaskan, pembiayaan ini diberikan sebagai modal usaha khusus kepada ibu-ibu prasejahtera yang ada di pedesaan atau pinggiran kota di berbagai daerah di Indonesia untuk memulai usaha atau meningkatkan usaha mikronya.

Dalam program tersebut, BTPN tidak hanya memberikan akses keuangan dan modal usaha, Tepat Pembiayaan Syariah juga mengupayakan pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkala di bidang pengetahuan keuangan, kewirausahaan dan kesehatan.

Tepat Pembiayaan Syariah memiliki paket komplit untuk memberikan perubahan kehidupan nasabah prasejahtera meliputi:

Paket keuangan: bantuan modal usaha yang diberikan kepada nasabah untuk menjawab kebutuhan membangun dan mengembangkan usaha produktif. Bantuan ini kemudian dikembalikan dalam bentuk angsuran dua mingguan. Nasabah juga memperoleh manfaat tambahan lainnya yaitu asuransi jiwa untuk nasabah dan suami, tabungan, serta pembebasan angsuran setiap Hari Raya Idul Fitri. Setelah 3 siklus dapat dilalui dengan baik, nasabah akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembiayaan perbaikan rumah dan pendidikan anak.

Baca Juga :  Rumah BUMN PLN Muna Gandeng Kadin Berikan Pelatihan Terhadap Pelaku UMKM

Program Pemberdayaan: Nasabah dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan melalui program pendampingan berkelanjutan yang meliputi topik kesehatan, kewirausahaan dan pengembangan komunitas.

Sistem Keanggotaan: Nasabah dikelompokkan dalam satu sentra yang anggotanya dipilih sendiri oleh nasabah, dipimpin oleh Ketua Setra yang dipilih oleh anggota sentra.

Pendampingan: Setiap sentra akan didampingi oleh petugas lapangan terlatih yang biasa disebut Community Officer. Secara rutin Community Officer kami melayani dan memberikan pendampingan kepada nasabah dengan cara bertemu di tempat-tempat nasabah.

Sanowati mengungkapkan, hingga kuartal I 2023 kurang lebih pembiayaan yang tersalurkan sebesar 78,7 miliar kepada kurang lebih 27.000 perempuan keluarga prasejahtera produktif di Sulawesi Tenggara yang dilayani dan tumbuh bersama BTPN Syariah.

“Selama kami menekuni bisnis ini, kami terinspirasi kisah-kisah nasabah kami dalam perjuangan mereka mewujudkan niat baik untuk hidup yang lebih berarti, salah satunya cerita Ibu Samsidar, pemilik warung makan. Ketekunan dan kegigihan Ibu Samsidar menjadikan usahanya naik kelas, sehingga mereka patut menjadi nasabah inspiratif di mana mereka telah berhasil membangun perilaku unggul yaitu berani berusaha, disiplin, kerja keras, dan saling bantu (BDKS) untuk dirinya dan komunitasnya,” ungkapnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!