Muna Raya

Kabupaten Muna Penyumbang Deflasi Bapok Tertinggi di Sultra

655
×

Kabupaten Muna Penyumbang Deflasi Bapok Tertinggi di Sultra

Sebarkan artikel ini
Data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Muna, La Ode Sairudin. (Foto : Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Kabupaten Muna berhasil menekan angka inflasi Bahan Pokok (Bapok) dengan menyumbang angka deflasi tertinggi Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Minggu ke-IV Mei 2024 diantara kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dari data pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu ke-IV Mei 2024 kabupaten/kota non IHK menggambarkan 12 kabupaten mengalami deflasi dan hanya satu kabupaten mengalami inflasi yakni Kabupaten Muna Barat.

Pada Minggu ke-IV bulan Mei 2024, Sulawesi Tenggara termaksud dalam provinsi yang mengalami deflasi dengan angka IPH yakni -2,25 persen dengan komoditas penyumbang andil IPH antara lain beras, daging ayam, dan telur ayam.

Dari data itu, terlihat Kabupaten Muna Barat angka IPH 0,96 persen, Buton Selatan angka IPH -0,06 persen, Konawe Utara angka IPH -0,38 persen, Kolaka Utara angka IPH -0,96 persen, Buton Utara angka IPH -1,16 persen, Buton angka IPH -1,78 persen, Wakatobi angka IPH -1,82 persen, Buton Tengah angka IPH -1,83 persen, Konawe Selatan angka IPH -2,15 persen, Konawe Kepulauan angka IPH -2,23 persen, Kolaka Timur angka IPH -3,48 persen, Bombana angka IPH -3,62 persen dan Kabupaten Muna angka IPH -4,49 persen.

IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Muna Barat dengan angka IPH 0,96 persen dengan komoditas andil perubahan IPH yakni, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai merah. Sedangkan IPH terendah terjadi di Kabupaten Muna dengan angka IPH -4,49 persen, adapun komoditas perubahan IPH yakni beras, daging ayam, dan daging sapi.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Muna, La Ode Sairudin mengatakan, kegiatan atau langkah kongkret yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Muna melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Muna memiliki program yang sistematis sehingga angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) terendah se- Sultra yaitu sebesar -4,49%.

“Komoditas andil dalam perubahan harga yaitu beras, daging sapi dan daging ayam ras,” ucap Bang Epi sapaan akrab La Ode Sairudin dalam memberikan keterangan persnya, Senin (27/5/2024).

Dia membeberkan, untuk komoditi beras Pemda Muna memiliki program dengan memfasilitasi sarana dan prasarana pada kelompok tani untuk menyerap gabah petani dan memproduksi beras, dimana pada periode Jan-Mei 2024 penyerapan gabah kering panen di Kabupaten Muna kurang lebih 510 ton atau sekitar 280,5 ton beras.

“Luas panen padi periode April seluas 283 ha dengan provitas 778,25 ton,” ujarnya.

Selanjutnya kata dia, Pemda Muna menyelenggarakan kegiatan gelar pangan murah, pasar murah dan operasi pasar periode bulan Februari – April selama delapan hari kerjasama Pemda Muna dengan Bulog, Bank Sultra dan Distributor Toko Intan.

“Penyaluran Bansos beras SPHP dan bantuan sembako dari Presiden Jokowi (Banpres ) kerjasama dengan Bulog tanggal 13 Mei 2024
Kerjasama Antar Daerah (KAD) yaitu antara Pemerintah Kabupaten Muna dengan Pemerintah Kabupaten Bombana tentang Pengadaan Gabah Kering Giling,” tuturnya.

Bang Epi menguraikan lagi, untuk komoditi daging sapi dan daging ayam ras, Pemda Muna memfasilitasi sarana dan prasarana pada kelompok peternak dalam bentuk penyediaan pakan, vaksin , obat-obatan dan penyuluhan tentang cara beternak yang baik sehingga komoditi sapi dan ayam ketersediaannya surplus.

“Populasi sapi tahun 2024 mencapai 78.928 ekor dan populasi ayam ras pedaging mencapai 97.635 ekor. Produksi ayam ras pedaging selama januari – Mei 2024 mencapai 32.545 kg sedang produksi sapi potong selama Januari- Mei 2024 sebanyak 5 ton atau 5000 kg,” tutupnya.

 

 

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!