Kampus

BNPB Ajak Mahasiswa di Sultra Peduli Perubahan Bencana

1
×

BNPB Ajak Mahasiswa di Sultra Peduli Perubahan Bencana

Sebarkan artikel ini
Suasana kuliah umum BNPB di Auditorium Mokodompit UHO Kendari dalam rangka peringatan Bulan PRB, Kamis (12/10). Foto: Ist/KR
Suasana kuliah umum BNPB di Auditorium Mokodompit UHO Kendari dalam rangka peringatan Bulan PRB, Kamis (12/10). Foto: Ist/KR

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Peringatan Risiko Bencana (PRB) tahun 2023 di Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar kuliah umum di Universitas Halu Oleo (UHO) dengan tema Penguatan Kemandirian Daerah Menuju Resiliensi Berkelanjutan yang dilaksanakan di Auditorium Mokodompit, Kamis (12/10/2023).

Rektor UHO, Prof Dr Muhammad Zamrun Firihu, mengucapkan terimakasih kepada BNPB telah memilih UHO untuk pelaksanaan kuliah umum. Katanya, UHO hingga saat ini sedikit demi sedikit sudah mulai terbiasa menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan untuk mengurangi resiko bencana yang akan terjadi di kampus.

Baca Juga :  General Aviation School Wisuda 37 Siswa yang Siap Bekerja di Bandara

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Bulan PRB yang dipusatkan di Kota Kendari, Sultra. Diharapkan melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat berperan aktif sebagai agen perubahan untuk pengurangan risiko bencana di sekitarnya,” tuturnya.

Sekretaris Utama BNPB, Dr Rustian SSi Apt MKes mengatakan, peran mahasiswa dalam penanggulangan bencana yakni berperan aktif sebagai agent of change dalam perubahan budaya yang adaptif untuk pengurangan risiko bencana di sekitarnya.

Baca Juga :  Jasa Raharja Cabang Sultra Sambangi UHO Edukasi Mahasiswa Keselamatan Lalu Lintas

Dikatakan, BNPB juga aktif melakukan riset, penelitian, dan kajian tentang penanggulangan bencana baik secara personal maupun mendukung perguruan tinggi dalam melakukan riset pencegahan bencana.

“Bencana adalah everybody business dan merupakan tanggung jawab semua pihak, perlu penguatan kemitraan, dan sinergitas multipihak (pentabel) dalam penanggulangan bencana. Penanggulangan bencana harus inklusif, kolaboratif, dan integratif, dan harus bisa membangun jembatan bagi semua pihak untuk mengambil peran harus terpadu dimana semua pihak harus bersama untuk mewujudkan Indonesia tangguh Bencana 2045 melalui resiliensi,” tutur Rustian.

Baca Juga :  Lomba Debat Hukum Bidkum Polda Sultra, Mahasiswa Bahas Hoax dan Restorative Justice

Laporan: Hasrul Tamrin

ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan ini tampilan gambar iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!