KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempersiapkan dan mematangkan pelaksanaan Jambore Tangguh Bencana 2025 di Kabupaten Kolaka Timur yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 s.d 24 April 2025.
Jambore Tangguh Bencana 2025 merupakan salah satu inovasi dalam program Quick Win 100 Hari Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, ASR-Hugua. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi bencana melalui simulasi, edukasi, dan pelatihan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sultra, Muhammad Yusup, mengungkapkan bahwa pihaknya kini mulai melakukan persiapan administrasi dan koordinasi kepada seluruh kabupaten kota yang ada di Bumi Anoa sebagai peserta dalam Jambore ini.
“Saat ini persiapan terus kita lakukan, utamanya terkait lokasi yang sudah ditetapkan karena ada beberapa item kegiatan yang dilakukan. Pada prinsipnya mereka (Pemda Koltim, red) siap hanya kita harus pastikan kesiapannya. Semua kepala daerah, kepala BPBD, tokoh masyarakat, TNI/Polri, media dan LSM pemerhati bencana akan ikut kegiatan ini,” terang Yusup, Senin (10/3/2025).
Menurut mantan Pj Wali Kota Kendari, kegiatan Jambore Tangguh Bencana sangatlah penting untuk bagaimana meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Ini salah satu program inovatif Pak Gubernur. Dirinya berharap masyarakat paham bagaimana kalau menghadapi bencana, kalau terjadi apa yang harus dilakukan. Kebanyakan kita lihat banyak korban jiwa karena masyarakat tidak paham bagaimana melakukan penyelamantan, ini yang harus diedukasi paling tidak meminimalisir yang namanya resiko, baik korban jiwa maupun materi,” ungkap Yusup.
Dia menegaskan, kegiatan ini sangat penting dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, berbagai pemangku kepentingan, termasuk Basarnas dan BPBD, akan berperan dalam simulasi dan pelatihan tanggap darurat.
Kabupaten Kolaka Timur dipilih sebagai lokasi titik pelaksanaan Jambore Tangguh Bencana 2025 karena baru-baru ini telah mengalami lebih dari 300 kali guncangan gempa bumi, juga masuk kategori salah satu daerah rawan gempa.
“Dengan kegiatan Jambore Bencana ini kami ingin mengedukasi masyarakat agar lebih tanggap terhadap situasi darurat. Risiko bencana dapat dikurangi, jika masyarakat memahami langkah-langkah penanggulangannya, maka ketika terjadi musibah gempa sudah tahu apa yang akan dilakukan” tambah Muh. Yusup.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., telah melaksanakan rapat koordinasi persiapan Jambore Tangguh Bencana 2025 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, pada Jumat, 7 Maret 2025.
Jambore Tangguh Bencana 2025 ini mengusung tema ‘Sinergi dan Kolaborasi: Membangun Ketangguhan Bersama untuk Sulawesi Tenggara yang Siaga Bencana’, jambore ini memiliki serangkaian agenda penting, antara lain pada hari pertama, kegiatan akan diawali dengan pembukaan acara, workshop peran media dalam kebencanaan, latihan pembentukan jiwa korsa dan team building, serta diskusi panel sinergi antara media, BPBD, BMKG, dan TNI-Polri.
Hari kedua, akan diisi dengan simulasi penanganan bencana skala besar, termasuk gempa bumi dan tsunami, latihan operasi SAR, manajemen pengungsian, logistik, serta komunikasi darurat.
Selanjutnya, hari ketiga sebagai puncak acara akan diadakan apel siaga kebencanaan dan rapat koordinasi final.
“Dengan sinergi dan kolaborasi, mari bersama-sama wujudkan Sulawesi Tenggara yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi tantangan alam,” pungkas Yusup.
Laporan: Hasrul Tamrin











