KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Penjualan mobil hybrid Toyota di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami peningkatan signifikan. Hingga 17 Oktober 2026, penjualan kendaraan ramah lingkungan tersebut mencapai 247 unit, naik sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Cabang Kalla Toyota Ahmad Yani Kendari, Andi Aswar, mengungkapkan bahwa penjualan Toyota hybrid di tiga cabang Kalla Toyota di Kendari hingga 17 Oktober 2025 tercatat sebanyak 168 unit.
“Sementara pada periode yang sama tahun ini, penjualan telah menembus 247 unit. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan dengan teknologi hybrid,” katanya kepada media ini, beberapa waktu lalu.
Menurut Andi Aswar, salah satu faktor yang mendorong peningkatan penjualan adalah pertimbangan konsumen terhadap efisiensi bahan bakar minyak (BBM).
Sejumlah konsumen bahkan memilih menukar mobil lama mereka dengan kendaraan hybrid karena dinilai lebih hemat bahan bakar tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara.
“Dengan hybrid, mereka bisa lebih irit, tetapi tidak repot. Kalau mobil listrik, sebagian konsumen masih merasa waswas ketika harus bepergian ke luar daerah,” ungkap Andi Aswar.
Ia menjelaskan, teknologi hybrid menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Selain faktor efisiensi, peningkatan penjualan juga didorong oleh keinginan konsumen untuk meningkatkan kenyamanan dan fitur kendaraan.
Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, misalnya, diminati konsumen yang ingin beralih ke kendaraan dengan kelas lebih premium. Model ini menawarkan sejumlah fitur kenyamanan, seperti panoramic roof, kursi elektrik, serta captain seat pada varian tertentu.
Menurut Andi Aswar, fitur-fitur tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan dan privasi, termasuk konsumen dari kalangan pejabat dan keluarga kalangan menengah ke atas.
Di sisi lain, pasar kendaraan hybrid Toyota juga menjangkau konsumen dari segmen menengah hingga menengah bawah melalui model Toyota Veloz.
Konsumen yang sebelumnya menggunakan Toyota Calya, Avanza generasi lama, hingga mobil merek lain seperti Honda Brio dan Mobilio, mulai beralih ke Veloz sebagai pilihan untuk meningkatkan kelas kendaraan.
“Untuk Veloz, konsumennya juga berasal dari segmen menengah ke bawah. Ada pengguna Calya yang naik ke Veloz, begitu juga pengguna Avanza lama, Brio, Mobilio, hingga beberapa model lainnya,” jelasnya.
Tren tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan semakin beragam. Efisiensi BBM, kenyamanan, fitur, hingga kebutuhan keluarga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Dengan capaian penjualan yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Toyota hybrid semakin mendapat tempat di pasar otomotif Kendari. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan peluang pertumbuhan kendaraan berteknologi elektrifikasi di Sulawesi Tenggara, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang hemat bahan bakar dan nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Editor: Hasrul Tamrin











