KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Musyawarah Daerah (Musda) ke XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara diperkirakan berlangsung akhir Agustus atau awal September 2025. Meskipun belum ada kepastian jadwal, namun sejumlah nama mulai mencuat ke publik sebagai kandidat kuat sebagai bakal calon ketua.
Belum adanya kepastian jadwal pelaksanaan Musda ini karena keinginan DPD I Golkar musyawarah nanti harus dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, membuka acara. Dan keinginan pusat juga Musda harus dilakukan secara berturut-turut di masing-masing DPD di Indonesia.
Sementara itu, empat nama yang mencuat di bursa calon ketua DPD I Partai Golkar Sultra adalah Mantan Bupati Buton Utara Abu Hasan, Irham Kalenggo (Bupati Konawe Selatan), La Ode Darwin (Bupati Muna Barat) dan petahana, Herry Asiku.
Ketua Panitia Musda ke XI DPD Golkar Sultra, Abu Hasan, mengungkapkan bahwa kepastian untuk maju para tokoh ini setelah ada jadwal Musda dan panitia membuka pendaftaran sehingga mereka bisa mendaftarkan diri.
“Rencana pendaftaran ini dibuka dua tiga hari sebelum Musda. Nama-nama yang mencuat itu ada Herry Asiku, Darwin, Irham Kalenggo dan saya sendiri,” ungkap Abu Hasan, Minggu (3/8/2025).
Terlepas dirinya sebagai bakal calon, mantan Bupati Buton Utara (Butur) berharap pelaksanaan Musda Golkar tahun ini berlangsung dengan aman, penuh kekeluargaan, dan tidak ada dinamika yang tak terkendali.
“Juga bisa meminimalisir isu-isu primordial, meminimalisir intrik, rekayasa yang tidak produktif untuk kebesaran Golkar, karena saya berharap Musda ini selain untuk merumuskan program, memilih pengurus baru, ketua baru, juga harus menjadi sarana konsolidasi total menghadapi 5 tahun kedepan, minimal pilcaleg, pilpres dan pilkada,” beber Ketua Bappilu Golkar Sultra ini.
Menurutnya, Musda kali ini harus diselenggarakan dengan semangat kekeluargaan. Ia menginginkan tak ada politik belah bambu yang dilakukan DPP Golkar.
“Politik belah bambu itu, sama-sama kader tapi ada satu yang ditindis dan ada satu yang diangkat. Kalau itu dilakukan, nanti pasca Musda kekuatan Golkar akan terpecah belah. Nah itu akan menjadi pekerjaan baru bagi pengurus yang terpilih untuk melakukan rekonsiliasi lagi. Kan butuh waktu, energi, biaya dan segala macam,” pinta Abu Hasan.
Panitia memprediksi pelaksanaan Musda kali ini akan berlangsung meriah dan tempat pelaksanaan di salah satu hotel berbintang di Kota Kendari. Karena akan dihadiri seluruh pengurus DPD I dan DPD II yang memiliki hak suara termasuk organisasi sayap partai.
“Kami panitia juga mengharapkan dukungan seluruh kader dan simpatisan serta pihak lain untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Musda ini sehingga berlangsung aman, lancar, dan kondusif bisa melahirkan pemimpin baru yang membawa Golkar ke depan semakin jaya di Sultra maupun di tingkat nasional” pungkasnya.
Editor: Hasrul Tamrin











